Dewa tetap berangkat ke sekolah seperti biasanya. Sejak Ustad Fadhil bicara tadi malam dan berusaha untuk membuat dia mengerti , Dewa tak meminta izin kepada kedua orang tuanya seperti yang sering dia lakukan dulu. Pria itu pergi dengan pikiran yang tak dapat ditebak. Dewa memutuskan untuk sekolah agar dia bisa melupakan masalah tadi malam dan berharap saat pulang sekolah nanti dia bisa bersikap seperti biasanya. “Wa, kok, lo masuk?” Musfiq datang menghampiri saat Dewa baru saja memarkirkan motornya. Pria membuka helm sembari melirik ke arah Musfiq. Dewa juga sempat merapikan rambutnya sebelum menjawab pertanyaan dari sahabatnya itu. “Emang kenapa kalau gue sekolah?” balasnya bertanya sembari turun dari motor. “Nggak kenapa-napa, sih. Tapi, apa masalah kemarin sudah selesai?” “Masala

