Dewa tak pernah menyangka jika wanita yang selama ini dia kejar malah menyukai sahabatnya sendiri. Dewa merasa ada sesuatu yang hilang dari dirinya. Harapan untuk bisa mendapatkan Krista harus kandas di tangan sahabatnya sendiri, Danu. Sebenarnya Dewa bukan tipikal orang yang gampang galau dan bersedih terus-menerus. Tapi, dia benar-benar tulus suka pada Krista dan tak suka melihat gadis itu dekat pria lain. “Aku nggak nyangka kamu menikungku seperti ini, Danu,” lirih Dewa. Dia berjalan sendiri di koridor sekolah yang mulai sepi karena bel kedua sudah berbunyi. Dewa tak menyadari hal itu dan tak menghiraukan ada Buk Nana yang berdiri di hadapannya. “Dari mana saja kamu?” tanya Buk Nana seperti biasanya. Dewa menggeleng lemah dan berlalu masuk ke dalam kelas. Buk Nana sendiri bingung d

