Suasana malam di pulau berbeda dengan di kota. Selain dingin, di pulau terpencil itu juga sangat sepi. Dewa termenung di balkon kamarnya, menatap langit yang dipenuhi oleh bintang. Dewa tersenyum, bayangan Krista terlintas dibenaknya. Dewa kemudian meraih ponselnya dan menghubungi Krista. Pria itu sangat merindukan kekasihnya hari ini. “Kamu lagi apa?” tanya Dewa saat panggilannya diangkat oleh seseorang di seberang sana. “Dewa, ini Kak Edward” Dewa yang tadinya tengah duduk di kursi yang ada di balkon dengan menyandar ke sandaran kursi itu pun menegakkan tubuhnya. Merasa salah tingkah ketika yang mengangkat panggilannya itu adalah Edward. “Kak Edward? Maaf, Kak, Krista ada?” tanya Dewa ragu sekaligus pelan. Tak ada jawaban dari Edward, pria itu terdiam untuk beberapa saat dan membua

