Dinner

1551 Kata

Dewa masih kesal dengan Restu tadi malam, sehingga saat sarapan pagi pun pria itu hanya diam. Abi dan Restu tampak lahap makan, setelah selesai mereka tampak berbincang dan Dewa memilih untuk berangkat ke sekolah. Di perjalanan pikiran Dewa tak fokus pada kendaraan yang dibawanya. Hatinya masih bimbang dan terus teringat perkataan Restu tadi malam. Mungkinkah apa yang dikatakan Restu itu benar? Jika dia tetap melakukannya pasti Krista akan sakit hati nanti. Dewa tak ingin itu terjadi, dia berusah payah untuk menjaga hati perempuan itu. “Mas, kalau mau ngelamun jangan di lampu merah. Kasian tuh dari tadi yang di belakang klakson terus,” ujar seorang pria paruh baya yang hendak menunggu lampu merah agar bisa menyebrang. Dewa terkejut, ia kemudian meminta maaf karena sedari tadi telah mem

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN