Harapan Di Sepertiga Malam

1111 Kata

Selesai melaksanakan shalat magrib dan mengaji, Zahara membuka buku catatan ilmu fiqih. Ia tampak sibuk menghafal beberapa tulisan di sana karena besok biasanya ada kuis yang diberikan oleh ustazahnya. Zahara tak ingin melewatkan apapun, ia sangat menyukai mata pelajaran terebut. “Assalamualaikum.” Perhatian Zahara teralih, suara abinya terdengar jelas di luar sana. Zahara mengernyitkan dahi, tak biasanya abi Zahara pulang setelah melaksanakan shalat magrib di Mesjid. Biasanya abi Zahara akan pulang setelah shalat Isya. Tapi, akhir-akhir ini abinya sering melewatkan waktu shalat Isya di Mesjid dan memilih untuk shalat di rumah. “Walaikumsalam. Abi nggak enak badan lagi?” tanya uminya sayup-sayup terdengar. Zahara melipat buku pelajarannya, meraih hijab dan mengenakannya. Zahara beranja

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN