Dewa dan yang lainnya kembali ke kota dengan selamat dikarenakan masa libur telah habis. Mereka segera menuju rumah masing masing ketika kapal baru saja tiba di pelabuhan. Dewa yang tak melihat dan mendengar Krista memanggilnya itu pun langsung menuju taksi yang telah dipesannya secara online. Krista kecewa, gadis itu tampak menarik napas berat. Ia bukan telat datang ke pelabuhan, hanya saja orang yang terlalu ramai dan membuatnya tak bisa langsung menemui sang kekasih. “Dewa udah turun belum?” tanya Edward menghampiri. Matanya melirik ke arah kapal yang mulai sepi. “Sudah pergi, Kak. Kita telat,” jawab Krista lemah. Gadis itu membalikkan badan, berjalan gontai ke arah mobil Edward yang diparkir dengan diikuti kakaknya. “Kris, jangan sedih begitu. Nanti Dewa akan datang menemuimu,” uj

