Bab 48: Calon istri Dion. Seperti kejutan. Pulang ke rumah Dion mendapati keluarga Mega yang saat ini tengah main ke rumah nya. Keduanya kompak tengah bersenda gurau di ruang tamu. "Nah! Itu Dion!" Nyonya Monika menoleh ke arah putranya. Sontak semuanya yang hadir pun menoleh ke arah Dion. Sedangkan Dion memasang wajah datar. Ia tak terlihat gembira atau pun marah pada Mega. "Sini sayang, kita ngobrol bareng!" ajak Monika, sang ibu. "Kapan-kapan aja Mah. Dion lagi gak mood," tolaknya halus. "Hai Dion ... " sapa Mega ramah. Seolah tak terjadi apa-apa diantara keduanya di malam itu. Seolah hubungan keduanya baik-baik saja. "Hai juga," jawabnya tanpa ekspresi. Meski demikian, ia tetap bersikap santun. Seperti biasanya. "Kamu apa kabar?" Mita menanyainya. Berjalan pelan mendekati tubu

