47 - Jubah Merah

1732 Kata

            Cengkeraman tangan Michiru padaku untuk sesaat sedikit kuat, tetapi ia akhirnya melepaskan bahuku dan berkata, “Kalau begitu aku akan bersembunyi di sekitar sini.”             Aku menganggukkan kepalaku dan mendorong Michiru untuk pergi lebih cepat. Setelah yakin Michiru sudah bersembunyi, aku kembali melanjutkan perjalananku menuju taman itu.             Langit sudah semakin gelap karena matahari sudah terbenam sepenuhnya. Beberapa lampu jalan di dekat taman sudah ada yang mati, sebaiknya aku membuat laporan mengenai hal ini.             Ketika sebentar lagi aku sampai di dekat taman itu, sesuatu yang menggelitik kulitku tiba-tiba terasa. Aku merasa ada seseorang yang memerhatikanku dari jauh, tetapi bukan Michiru. Pandangan ini terasa lebih tajam dan mengerikan.         

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN