Rania kini sudah berada di rumahnya. Selesai membersihkan diri, wanita itu memilih rebahan di ranjang. Ia ingin tidur siang. Ia menjangkau beludru yang berisi kalung pemberian Fajar di atas nakas. Senyuman terpatri di wajahnya kala menatap liontin itu. "Kalungnya bagus." Jujur Rania menyukai kalungnya, tetapi entah kenapa ia tidak mau memakainya karena itu pemberian Fajar. Rania berjalan menuju lemari dan menyimpan kalung tersebut di sana. Wanita itu lalu kembali merebahkan badannya di ranjang. Drttt ... drttt .... Rania merogoh handphone yang berada di sampingnya. Nama Alvin tertera di layar ponsel tersebut. "Hallo, Kak," sapa Rania mengangkat panggilan tersebut. "Hallo. Kamu lagi ngapain?" tanya Alvin dari seberang sana. "Lagi rebahan. Kakak sendiri?" "Lagi mikirin kamu," balas

