Selesai dari pemakaman, Fajar langsung pergi ke rumah sakit untuk menjenguk Rania yang kini belum sadarkan diri. Ia ditemani oleh kedua orang tuanya. Pria berahang tegas itu berjalan dengan tatapan kosong. Badannya terlihat lemas. "Assalamuakaikum," salam Fajar memasuki ruang rawat istrinya. Di ruangan itu ada Pak Heru dan istrinya. "Mau apa kamu ke sini?" Pak Heru langsung menatap Fajar tajam. Walaupun ia tidak tahu penyeban Rania kecelakaan, tetapi pria 49 tahun itu tetap marah pada Fajar. Ini semua salah Fajar karena tidak bisa menjaga putrinya yang tengah hamil besar. "Fajar mau jenguk Rania, Pah." "Saya tidak mengizinkan kamu untuk melihat putri saya." "Saya suaminya, Pah. Sekarang Rania bukan tanggung jawab Papa lagi. Dia sudah menjadi tanggung jawab saya, saya punya hak untuk m

