BAB 24

1047 Kata

Jam sudah menunjukkan pukul 09.00 WIB. Kini di rumah hanya tinggal Rania, Bu Astrid, dan pembantu. Sedangkan Fajar dan Pak Zein sudah pergi ke kantor. Putri pun juga sudah berangkat ke sekolah. Mumpung tidak ada kegiatan, Rania menyempatkan waktunya untuk pergi ke makam mamanya. Dirinya sudah izin pada Bu Astrid. Setelah tahu ia hamil, kini sikap Bu Astrid mulai melembut pada Rania. Membuat Rania bersyukur, kehadiran buah hati di kandungannya ternyata membawa perubahan lebih baik di hidupnya. Rania berjongkok di samping makam mamanya. Tangan putih itu mengusap nisan yang bertuliskan nama Ariana Kazella. Tangisan tak terbendung, buliran bening itu menetes membasahi pipi tirus Rania. Rindu pada sang mama kembali menyeruak. "Mah, Rania kangen ...." Wanita itu berucap lirih. Sudah sebelas t

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN