bc

(My-Ex) Kendes Untuk Gilen Forever

book_age18+
296
IKUTI
7.9K
BACA
one-night stand
HE
opposites attract
single mother
drama
bxg
brilliant
like
intro-logo
Uraian

Siapa sangka, perceraian mereka justru menjadi permulaan bagi Gilen Armes Admaja untuk menyadari betapa pentingnya sosok Kendes dalam hidupnya.

Acuhnya Kendes membuat Gilen semakin gencar melakukan pendekatan dalam berbagai kesempatan. Sedangkan putranya justru berusaha menjauhkan Kendes dari lingkaran keluarga Admaja.

Mampukah Gilen meraih kembali hati beku mantan istrinya? Sementara Kellen putra semata wayangnya justru berubah pikiran, dengan mendekatkan sang ibu dengan guru olahraga barunya di sekolah.

Karya kedua, semoga masih sama berkenan di hati para pembaca.

Cover by canva

chap-preview
Pratinjau gratis
Part 1 Sahabat Sengklek
~Selamat membaca~ "Yaelah Ndes.. hidup kamu kok serius amat sih. Mbok ya sekali-kali jadi orang julid dikit, kenapa? Gak langsung masuk neraka ini," oceh Misha lalu menyeruput es bobanya dengan kasar. "Masuk neraka memang gak sekarang Misha sayang, tapi nimbun dosanya di hitung mulai dari sekarang." Balas Kendes menjawil gemas pipi sang sahabat yang tak berhenti mengoceh seperti beo sejak tadi. Rupanya Misha benar-benar sedang dalam mode singa, wanita itu masih terlihat kesal karena tak bisa membalas perkataan nyelekit istri dari atasan mereka. "Udah ih, mukanya jangan di tekuk mulu. Buruan habisin tuh minuman murah seperti perkataan nyonya muda Admaja tadi." Setelah berkata demikian, Kendes tergelak renyah melihat ekspresi sahabatnya yang semakin tak sedap di pandang. Kendes menggandeng lengan Misha meninggalkan stand penjual minuman masa kini tersebut, meski Misha masih ingin nongkrong cantik di sana. "Heran aja, kenapa mantan suami kamu yang sekaku kanebo itu bisa punya istri kaya triplek gitu sih? Udah gitu, mulutnya beughh...kaya bon cabe level akhir." Komentar Misha menggebu-gebu. Kendes terkekeh kecil mendengar komentar sahabatnya itu. "Sudah ih, tar ada yang denger auto dapat surat cinta dari pak direksi." Nasihat Kendes menyudahi celotehan sahabatnya dengan sedikit bercanda. "Bodo amat! Kesel tau gak, perempuan begitu apa bagusnya sih? Dari segi body aja udah gak bikin selera. Tulang menonjol di mana-mana. Cantik juga gak seberapa, menang di dempulan doang. Kok pak CEO bisa selera ya? Suka heran aku tuh sama seleranya orang kaya, pesen makanan di restoran elit porsi semprit. Dan itu pun masih gak abis di makan. Aneh'kan?" Misha tak henti-hentinya memberikan penilaian terhadap istri dari CEO mereka sendiri dengan gayanya yang ceplas-ceplos. Yang mana CEO tersebut, juga merupakan mantan suami sang sahabat lima tahun silam. "Dia itu model, Misha sayang. Jadi wajar saja kalau bodynya setipis kertas. Bukankah itu merupakan body ideal? impian para pria?" Bela Kendes santai. Lagi-lagi Misha mencibir tak terima. "Itu namanya kurang gizi Kendedes cintaku...body ideal mah yang kaya gini nih, persis seperti ini. Atas bawah berisi, proporsional. Mutlak, tak bisa di bantah! Titik!" Sanggah Misha dengan tatapan menelisik tubuh Kendes dari atas hingga ujung kaki. Kendes menggeleng pelan melihat tingkah sang sahabat. Misha memang selalu candu dalam memuji bentuk tubuhnya sejak mereka masih menggunakan putih biru. Misha satu-satunya siswi yang mau berteman dengannya di sekolah. Meski pada dasarnya Kendes pun tak sedang mencari teman ketika berada di sekolah. Namun wanita itu selalu mengintili Kendes kemanapun di area sekolah mereka. Walau awalnya Kendes merasa risih, namun lama-kelamaan Kendes mulai terbiasa dengan segala sikap bar-bar Misha. Misha anak yang supel, pandai bergaul dan memiliki circle pertemanan yang luas. Alih-alih menjadi seorang ketua geng seperti kebanyakan anak gadis ketika bersekolah, Misha lebih tertarik untuk berteman dengan Kendes yang menurutnya lebih menyenangkan. Jadilah keduanya sepasang sahabat karib sejak kelas tiga sekolah menengah pertama. Kendes yang merupakan siswi baru di sekolah tersebut, menyambut pertemanan yang Misha tawarkan meski dengan cara yang tak biasa. Misha yang bar-bar dan ceplas-ceplos, sangat kontras dengan Kendes yang tak banyak bicara dan selalu terlihat anggun. "Nah! Ini nih yang dari tadi di cariin sama pak beruang..." Sergah Nisa rekan satu divisi Misha juga Kendes. Kendes mengerutkan keningnya heran, pasalnya pak beruang yang di maksud oleh Nisa adalah pak Hartono sang kepala divisi finance. "Emang kenapa beliau nyariin kita? Kangen ya sama Misha yang gemoy ini..." Celetuk Misha dengan gaya genit. Nisa mencibir melihat tingkah rekan kerjanya. "Paling mau di kasih warning tuh, tadi kan kamu sempet ribut sama istrinya pak CEO." Balas Nisa terlihat serius sembari tersenyum sinis. Misha terdiam sejenak, lalu kemudian mencebik. "Yaelah, kirain ada apa.." ucap wanita itu dengan santai. Tak tampak raut kecemasan di wajahnya yang selalu tampak menyebalkan menurut penilaian rekan-rekan kerjanya. Beruntung Kendes sudah sangat kebal dengan sikap nyablak sahabatnya, sehingga tak aneh lagi bila Misha bisa terlibat masalah di manapun wanita itu berada. "Aku juga di cariin, Nis?" Tanya Kendes yang sejak tadi hanya diam. Nisa menggeleng cepat sambil mengangkat telunjuknya tepat ke arah Misha. "Cuma dia doang, kamu gak di cariin. Tapi karena si biang pembuat masalah ini selalu nemplok sama kamu kaya cicak, makanya tadi kalian berdua yang di cariin." Jelas Nisa sembari berjalan menuju meja kerjanya. Misha mendelik mendengar kalimat tak enak tersebut. "Aku bukan biang masalah ya, enak saja!" Sanggah Misha galak. "Aku hanya berbicara fakta, realita dan kenyataan yang ada. Istri pak CEO aja yang sensi, kurang gizi, seperti mumi and iri melihat kecantikan kami yang hakiki ini." Cerocos Misha mulai melebar kemana mana. Kendes menggeleng samar. Sedangkan yang lain memilih pura-pura sibuk di meja masing-masing. Misha memang sulit untuk di lawan. Salahpun wanita itu tak ingin di salahkan. "Aku ke ruangan pak beruang dulu ya cinta, tolong doain sohib mu ini supaya selamat jiwa raga sekeluarnya dari ruangan beruang jantan itu." Ucap Misha mengedipkan sebelah matanya genit lalu terpingkal. Kendes yang tak tahan melempari pulpen miliknya hingga mengenai da da montok sahabat. "Uaw! Ih, kamu kasaar deh... Untung balon import aku gak kempes," dumel Misha dengan nada manja. "Pergi sana cepat! Tar kita semua dapat warning lagi gara-gara kamu," sela Nisa yang tak sabaran dengan sikap Misha yang menyebalkan. "Sabar napa sih, Nis. Kaya senang gitu aku pergi, kamu mau nyusun kudeta ya buat nyingkirin aku?" Tuduh Misha bercanda. Rupanya Nisa tidak sedang dalam mode yang santai untuk di ajak bercanda. "Emang iya, terus masalah buat lo!?" Tantang Nisa mulai ngegas. Kendes bergegas dari mejanya menghampiri Misha yang nampak mulai terpancing. "Yuk, aku temanin ke ruangan pak Hartono." Ajak Kendes menyeret paksa sang sahabat keluar dari ruang kerja mereka. Nisa dan Misha memang tak pernah akur. Sejak awal berkenalan pun keduanya sudah saling melempar tatapan sinis satu sama lain. Namun berhubung mereka berada dalam satu tim kerja yang sama, mau tak mau keduanya harus mengesampingkan ketidaksukaan di hati masing-masing. "Kenapa sih si Khairunnisa sapi tiga itu suka banget nyari perkara sama aku?" Ketus Misha kesal. Nama rekan kerjanya yang selalu dia plesetin kala hatinya kesal. Nama sebagus Khairunnisa Safitri akan berubah menjadi absurd , bila Misha sedang jengkel terhadap rekan satu divisinya tersebut. "Perasaan kamu aja kali, udah ih. Mending kamu nyiapin kata-kata manis buat meredakan omelan pak Hartono tar di dalam. Aku sampai di sini saja ya, selamat berjuang Misha sayang!" Ucap Kendes menyemangati sahabatnya dengan senyum lebar, serta satu tangan terangkat untuk memberikan semangat. Misha menghela nafas panjang, sebelum akhirnya mengetuk pintu ruangan ketua divisi finance tersebut. "Semangat Misha Rahayu Purwaningsih..." ucap Kendes sekali lagi. Wanita itu berbisik pelan dengan senyum lebar di bibirnya. "Ok Kendedes cintaku..." balas Misha ikut berbicara pelan sembari mengangkat tinggi kedua jempolnya. TBC Hai haii!! Jumpa lagi di karya kedua author kece badai bergelorah ini teman teman heheheee.... Semoga kalian bisa terhibur dengan bacaan ngalur ngidul ini yaa.... Salam sayang, author AQYa TRi

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

B̶u̶k̶a̶n̶ Pacar Pura-Pura

read
155.8K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
188.9K
bc

TERNODA

read
198.9K
bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
30.6K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
233.9K
bc

Setelah 10 Tahun Berpisah

read
62.4K
bc

My Secret Little Wife

read
132.1K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook