42

1139 Kata

Usai menerima telpon dari Al, Rara merebahkan dirinya di atas lantai yang kosong. Kepalanya ia tutupi kain kerudungnya, agar wajahnya yang menangis tidak terihat oleh siapapun. Untung saja, siang itu penghuni kamar sibuk dengan aktivitasnya masing-masing. Jadi hanya ada tiga orang yang ada di sana termasuk Rara. Sementara dua orang yang lain tengah sibuk ngorok di pojok kamar. Sekalipun begitu, Rara tak mau menangis dengan keras. Gadis itu menahan suara tangisnya dengan air mata yang berderai. Hati Rara sesak jika memikirkan hari ini akan menjadi hari pertunangan Al dengan salma. Rara masih tidak rela melihat seseorang yang dicintainya bersanding drngan orang lain. Namun...disisi lain, Rara juga lelah menghadapi ini semua. Rara lelah dengan segala drama dalam hidupnya yang bersangkut pau

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN