"Maksud Umik apa?" tanya Rara lagi. Masih tidak percaya dengan apa yang dikatakan Umik. "Apakah artinya pertunanganku dengan Gus Al batal?" Umik menatap Rara dengan tatapan sedih, kemudian mengangguk. "Maaf nduk, bukan maksud umik menyakiti hatimu." "Tapi Umik seharusnya tau jika keputusan ini pasti menyakiti hatiku." Air mata Rara sudah tidak bisa ditahan lagi. Gadis itu sudah mengabaikan kebaradaan Umik dan menumpahkan air matanya. Hatinya hancur berkeping-keping sekarang. Membayngkan sosok yang ia cintai akan bersanding dengan wanita lain. Jika dipikir lagi, banyak sekali air mata Rara yang terbuang karena Gus Al. Sudah banyak sekali waktunya yang Rara habiskan untuk memikirkan lelaki itu. Akan sampai kapan begini terus? Rara lelah, rara ingin istirahat dan tidak menangis lagi. J

