44

1215 Kata

“Kamu dapat dari mana fotonya Waf?” tanya zakiyah pada wafer yang kini menatap Rara dengan tatapan merasa bersalah. Rara kini tidak menangis, gadis itu hanya diam sembari menatap ke luar jendela. Namun semua orang yang ada di mobil tau, sekalipun Rara tidak menangis, gadis itu pasti sekarang tengah terluka. Sebab itulah, kini semua orang tak ada yang berani mengajak Rara bicara. Mereka berpikir jika Rara butuh waktu untuk sendiri. Wafer menatap Zakiyah, “temenku yang mondok di pondoknya salma.” “Oh, mungkin itu Cuma pertemuan biasa?” ucap Zakiyah mencoba menghibur Rara. “Bukan lamaran.” “Nggak Zak, temenku bilang mereka tunangan.” Zakiyah menatap Wafer tajam, kenapa harus diperjelas siiiii. Zakiyah bilang seperti itu kan dengan tujuan agar Rara tidak stress dan galau di hari pindahann

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN