Arya masih mencoba menelusuri apa yang sebenarnya terjadi dalam mimpinya itu. Dia menatap satu persatu wajah sahabatnya yang sedang menatap dirinya dengan penuh tanda tanya. Memori Arya kembali mengingat masa lalu, tentang puzzle mimpi yang tiba-tiba muncul di setiap tidurnya.
Setelah Dia kehilangan sahabatnya yang bernama Nikita. Tiba-tiba Arya dapat melihat apa yang terjadi sebelum Nikita menghilang melalui mimpinya. Beberapa puzzle mimpi muncul dalam tidurnya. Kilasan mimpi itu membawa Arya pada suatu tempat di mana Arya belum pernah menginjakkan kaki di sana.
Sempat ingin menolak penglihatan tentang kilasan kejadian dalam mimpi itu, tapi ternyata Arya justru tersesat. Dia bingung untuk mencari jalan pulang menuju raganya. Di saat dia ketakutan, tiba-tiba datanglah seorang gadis misterius yang menggandeng tangannya dan mengajak Arya berlari bersamanya. Sejak saat itu Arya merasa bukan hanya dia yang memiliki kekuatan melihat masa depan atau masa lalu seseorang melalui mimpinya. Bahkan Gadis itu mampu mencari jalan pulang dan mendorong Arya pada suatu cahaya besar yang sedikit berkabut. Di sanalah jalan pulang menuju raga Arya dan kembali pada kehidupan nyata.
***
“Arya?” panggil Raina kepada Arya yang terlihat masih mematung, setelah terbangun dari tidurnya.
“Ah, iya Raina. Maaf teman-teman aku ... Aku bermimpi, melihat sebuah pusaran hitam bagai tornado yang akan membawa kalian ke pada dimensi lain, tapi sudahlah! mungkin itu hanya bunga tidurku saja yang sedikit merasa capek. Mungkin juga aku sedikit jenuh dengan rutinitas yang sama setiap harinya. Jadi mimpiku suka aneh-aneh, maaf ya! kalau jadi mengganggu kegiatan kalian.” Arya tersenyum demi menutupi apa yang sebenarnya dia ketahui. Arya tidak ingin kalau teman-temannya merasa takut berada di dekatnya. Ia sudah merasa bahwa bersahabat dengan keenam sahabatnya saat ini adalah sesuatu yang sangat dia rindukan. Rindu akan sebuah pertemanan yang hangat dan penuh canda. Dia juga bisa melupakan sejenak tentang kemampuannya itu, kemampuan untuk menyelami masa lalu seseorang dan kemampuan melihat beberapa puzzles kilasan peristiwa dari masa depan seseorang yang menyiratkan sebuah pesan yang harus diungkapkan.
Arya tidak ingin kehilangan semua teman-temannya, hanya karena kemampuannya yang sering mendapat suatu wangsit sebagai suatu pertanda baik atau buruk dari masa depan seseorang. Namun Arya yakin bahwa semua takdir ada ditangan Tuhan sehingga ia tidak takut untuk mengungkapkan sesuatu pesan dalam mimpinya demi kebaikan seseorang. Jika pertanda buruk maka Arya akan membicarakannya dengan baik-baik, lalu memintanya untuk tetap waspada, dan selalu mengingat kepada Tuhan. Jjka kilasan penglihatan dalam mimpinya pertanda baik maka Arya akan menyampaikan hal itu kepada orang yang ada di dalam mimpinya, dia akan menyampaikan apa yang dia lihat di dalam mimpinya, tetapi Arya juga mengingatkan kepada orang itu, bahwa apa yang Arya lihat hanyalah sebuah mimpi belum menjadi kenyataan. Sehingga mereka disarankan untuk tidak terlena dengan segala sesuatu yang belum terjadi, sekali lagi Arya mengingatkan kepada mereka tentang kuasa Tuhan.
***
Hari yang semakin sore membuat semuanya bersiap kembali ke Jakarta. Aryaa yang berboncengan dengan Raina, Reno yang berboncengan dengan Syila, dan Angga yang berboncengan dengan Aji. Tidak lupa Si Gadis Kanebo, Mikha yang dengan penuh percaya diri mengarungi deru aspal jalanan dari Puncak menuju Jakarta sendirian.
Raina merasa bahwa Arya adalah pemuda yang baik. Dari keenam sahabatnya, hanya Arya yang paling dekat dengan Raina. Terkadang Raina ingin mencurahkan apa yang sedang dialami, yang sedang dia jalani, dan tentang kisah masa lalunya kepada Arya. Namun, dia tidak mau membuat Arya menyadari bahwa dirinya spesial di hati Raina. Karena Raina mengerti, bahwa Arya benar-benar dekat dengan semua sahabatnya tulus tanpa ada perasaan lain yang lebih spesial. Raina memendam perasaannya terhadap Arya.
Semua sudah kembali ke rumah masing-masing. Arya juga sudah sampai di rumahnya setelah mengantar Raina dan berpamitan dengan semua teman-temannya. Arya memasukkan motor kesayangannya ke dalam garasi. Waktu itu kedua orang tua Arya sudah pulang ke rumah. Dengan raga yang begitu lelah, Arya membersihkan tubuhnya di bawah shower. Pikirannya kembali melayang mengingat pesan dari mimpi yang belakangan ini menghantui dirinya.
‘Dalam mimpi itu, aku melihat seorang gadis yang sudah tidak asing lagi yang sering menolongku saat aku tersesat dalam alam mimpiku sendiri, aku rasa ... dia si Gadis misterius yang memakai gaun berwarna merah muda dengan membawa boneka beruang adalah salah satu dari sahabatku, tapi ... siapa?’ Arya masih memikirkan tentang puzzle mimpi yang mulai datang belakangan ini.
‘Aku yakin, Gadis misterius yang membawa boneka beruang itu adalah salah satu dari teman dekatku. Apakah dia Syila? Raina? atau justru Mikha? Aku yakin dia adalah salah satunya, tapi siapa?’ gumam Arya sembari membilas tubuhnya di bawah shower.
***
Setelah selesai membersihkan tubuhnya, Arya bersantai di atas tempat tidurnya. Ia melipat kedua tangannya ke belakang kepala. Pandangannya terfokus pada langit-langit kamarnya. Pikirannya kembali mengingat kilasan mimpi yang sudah beberapa hari ini menghantuinya. Arya bertekad untuk menguak pesan yang tersirat di dalamnya, Karena mimpi itu berkaitan dengan teman-teman dekat Arya yang sudah mengubah hidup Arya menjadi lebih berwarna.
Walau Arya takut ketika pazzles mimpi itu datang lagi dalam tidurnya, tetapi kali ini Arya memberanikan diri untuk menelusurinya.
“Aku merasa harus mengungkapkan pesan yang tersirat di dalam mimpiku itu. Aku yakin ada sebuah rahasia besar di baliknya. Pasti Tuhan memiliki alasan mempertemukan kami, aku yakin ada hikmah dibalik semua itu. Aku harus berani menyelami puzzle mimpi itu, mengikuti alurnya sampai akhir. Aku berharap bisa mengungkapkan pesan itu sebelum benar-benar terjadi di dalam dunia nyata. Sebuah pusaran besar berwarna hitam bakai tornado menyedot semua apa saja yang dilewatinya, termasuk sahabat-sahabatku yang masuk ke dalam pusaran itu, atau mungkin harus aku selami satu-persatu tentang masa lalu mereka?” Arya yang terusik ketenangannya dengan munculnya puzzle mimpi itu, akhirnya memutuskan untuk menyelami satu persatu masa lalu keenam sahabatnya.
Arya memulainya dari Reno. Ia ingin menyelami bagaimana masa lalu Reno hingga terobsesi sekali dengan pembalap MotoGP. Malam ini Arya akan memulai aksinya.
***
Ketika Arya terlelap dalam tidurnya, tak lama berselang Arya terbangun di dalam alam mimpi yang sudah dia incar untuk dia lihat bagaimana masa lalu seseorang itu. Dialah Reno. Pemuda yang kini menjadi sahabat Arya. Sikapnya baik ramah tetapi dia sering meminjam barang-barang milik temannya untuk dia pakai agar terlihat kekinian dan keren. Reno sangat percaya diri walau apa yang dia kenakan dan apa yang digunakan kebanyakan didapat dari meminjam barang teman-temannya.
Latar belakang Reno mulai terlihat. Semua bermula ketika Arya berada di sebuah pedesaan dengan pemandangan bukit-bukit yang asri. Arya berada di daerah persawahan yang hijau dengan kicauan burung dan juga mendengar suara perbincangan ramah-tamah dari para petani yang ada di sana.
Semilir angin yang berembus, membuat Arya merasa tenang dan nyaman. Ia mulai melangkahkan kaki untuk mencari keberadaan Reno.
“Ternyata Reno berasal dari sebuah pedesaan kecil yang penduduknya ramah-tamah, tapi rumahnya yang sebelah mana ya?” Arya melanjutkan langkahnya untuk mencari keberadaan Reno di sana.
Setelah Arya berjalan cukup jauh melewati pematang sawah, melewati jalanan kecil yang masih lengang dari kendaraan, melewati jembatan dengan sungai yang mengalir jernih dihiasi berbatuan yang besar, menambah keasrian suasana. Arya terus mencari keberadaan Reno di sana, hingga akhirnya dia menemukan seseorang yang sedang berdiri di depan sebuah rumah sederhana dengan pagar bambu. Pemuda itu memakai celana pendek dengan kaos oblong sedang menggantungkan sebuah kandang burung yang berisi burung perkutut.
Pemuda yang terlihat dari belakang itu, ciri-ciri fisiknya sangat mirip sekali dengan Reno. Akhirnya Arya mendekat untuk memastikan bahwa dia adalah Reno. Setelah pemuda itu menoleh ke belakang Arya melihat bahwa dia benar-benar Reno sahabatnya yang sedang arya cari.
“Nasib-nasib, ingin rasanya jadi pembalap Moto GP tapi yang ada malah jadi di pawang burung begini! nasib tinggal di desa, tapi ya sudahlah, aku terima apa adanya saja! motor pun hanya memiliki motor butut warisan dari bapakku. Mana bisa diajak balap!” gerutu Reno saat mengurus burung perkutut itu.
‘Ya ampun ternyata Reno lucu.’ Arya menahan tawa melihat sahabatnya sedang menggerutu.
'Tempat tinggal Reno pemandangannya sangat asri, begitu juga ramah-tamah warga di sini,' Arya berbicara dalam hatinya sembari mengamati kegiatan Reno pagi itu.
Selama Arya menyelami latar belakang serta masa lalu Reno, Arya dapat menyimpulkan bahwa Reno adalah pemuda yang baik. Mau membantu kedua orang tuanya mengurus rumah, bahkan hewan peliharaan mereka. Namun, Reno memiliki hasrat untuk menjadi seorang pembalap Moto GP atau sejenisnya. Hal itu yang selalu dia ungkapkan di depan semua teman-temannya. Reno juga tidak malu membantu kedua orang tuanya yang menjadi buruh tani di sawah.
Tuntutan sebagai anak pertama membuat Reno harus mau hidup prihatin demi keberlangsungan keluarganya. Kedua adik Reno masih kecil sehingga Reno bertekad untuk membuat kehidupan keluarganya menjadi lebih baik. Reno mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan sekolahnya di jenjang perguruan tinggi. Keadaan ekonomi yang serba pas-pasan membuat Reno sering meminjam barang milik temannya. Kebiasaan itu yang menjadi di sisi kurang baik dari Reno.
Setelah Arya melihat latar belakang serta masa lalu Reno dirinya merasa bahwa tidak ada sesuatu yang aneh dalam kehidupan Reno. Semua berjalan sewajarnya, tidak ada kekuatan lain yang menyelimuti jiwanya. Sehingga akhirnya memutuskan untuk bangun dari tidurnya dan berusaha melihat latar belakang serta masa lalu dari Angga.
***
Bersambung ...
Jika Arya tidak menemukan sesuatu yang ganjil dari masa lalu Reno apakah Arya akan menemukan sesuatu yang ganjil dari masa lalu seorang Angga yang menjadi idola di kampusnya?
Novel ini akan menceritakan petualangan seorang Arya demi memecahkan pesan dari puzzle mimpi yang belakangan ini menghantui dirinya. Lantaran mimpi itu berhubungan dengan keenam sahabat dekat Arya.