Puzzles 10. Mikha dan Makam Kuno

1908 Kata
Arya yang terbangun dari tidurnya merasa tenang, karena Reno memiliki masa lalu dan latar belakang yang wajar. Tidak ada kekuatan supranatural yang berbahaya di belakang Reno. Setelah menyelami masa lalu Reno melalui mimpi Arya, tiba giliran Angga yang menjadi target berikutnya. Arya akan menyelami masa lalu Angga dan latar belakangnya. Arya berharap bahwa Angga tidak memiliki kekuatan supranatural berbahaya di belakangnya. Seperti kekuatan yang menyerupai pusaran menuju dimensi lain, berwarna hitam, sangat kuat bagai tornado. Arya kembali memejamkan mata. Kali ini ia mulai menyelami masa lalu Angga. Ketika Arya terbangun di alam mimpinya. Ia berada di suatu tempat yang sangat indah. Di suatu pesisir pantai dengan pasir putih dan kilauan biru dari samudra berhias ombak pecah yang menggulung tinggi. Nyiur hijau di pantai seakan menghanyutkan jiwa untuk terus menikmati panorama itu. Arya menikmati perjalanannya untuk mencari Angga di sana. Sejauh mata memandang, burung-burung terbang mengitari cakrawala. Membuat siapa pun akan terhanyut dalam keindahan nikmat yang Tuhan berikan. Arya berjalan menyusuri sebuah jalan setapak. Cukup jauh perjalanan menyusuri jalan setapak itu. Hingga Arya sampai di balik hutan kecil yang tidak jauh dari pantai. Setelah dirinya keluar dari hutan kecil di tepi pesisir pantai itu, langkah kaki Arya mengantarkannya pada suatu perkampungan nelayan. Tempat yang menjadi rumah bagi Angga. Rumah-rumah yang sederhana dengan jarak antar rumah yang satu dan yang lain saling berdekatan. Pemandangan yang disuguhkan sungguh menghipnotis netra obsidian Arya. Saat ini, Arya berada di tengah pemukiman kampung nelayan itu. Hiruk-pikuk aktivitas masyarakatnya sangatlah sibuk. Ada nelayan yang baru saja kembali dari perjalanan pulang setelah berlayar untuk mencari ikan di lautan. Ada juga aktivitas jual beli ikan di pasar lelang ikan. Ada juga beberapa muda-mudi yang sedang menjadi tour guide bagi mereka yang hendak menjajal ombak besar di satu sisi lautan. Ada dua lokasi pantai yang terdapat di daerah itu. Lokasi pertama adalah pantai dengan ombak yang kecil yang biasanya digunakan para nelayan untuk berlayar mencari ikan. Sedangkan di sisi lain dari wilayah itu terdapat pantai dengan gelombang pecah yang biasanya dijadikan sebagai tempat wisata dan olahraga surfing. Arya melihat keunikan tempat tinggal Angga. Wilayah yang memiliki dua sisi pantai yang sangat berbeda arus. “Oh ternyata Angga berasal dari daerah pesisir pantai, pantas saja Angga menyukai segala sesuatu yang berhubungan dengan lautan. Dia suka makan seafood, dia juga senang olahraga surfing. Pantas saja, Angga terlihat sangat macho, diidolakan banyak mahasiswi di kampus ... sekarang aku harus terus melangkah mencari keberadaan Angga.” Arya terus berjalan menyusuri jalan setapak yang ada di sana. Tak lama setelah berjalan, ia mendapati seseorang yang sedang menjadi tour guide bagi beberapa orang turis yang hendak melakukan surfing. Dialah Galang Angga Samudera. Pemuda macho yang menjadi salah satu mahasiswa baru di kampus, yang sekarang menjadi sahabat Arya. ‘Nah akhirnya aku menemukan Angga, tampaknya dia akan menjadi tour guide bagi kedua turis itu? Baiklah kalau begitu akan aku ikuti saja.’ Arya merasa terhibur dengan kegiatan Angga yang gemar olahraga yang menguji adrenalin. Arya melihat sahabatnya sangat piawai dalam memandu turis untuk memulai surfing. Bahasa Inggris Angga juga lumayan bagus, sehingga dia menjadi salah satu andalan guide untuk kemajuan pariwisata di tempat Angga. Dari hasil pengamatan Arya terhadap Angga, semua tampak baik-baik saja. Tidak ada kekuatan supranatural berbahaya yang melatarbelakangi kehidupan Angga. Dia benar-benar sosok pemuda yang sangat menjunjung tinggi budaya dan kekuatan pariwisata di tempat asalnya. ‘Tidak ada yang mencurigakan dengan aktivitas Angga, itu berarti Angga tidak memiliki kekuatan supranatural yang berbahaya. Mungkin setelah ini aku akan melihat latar belakang dari Aji. Siapa tahu dia memiliki kekuatan supranatural yang dia sembunyikan, karena apa yang aku lihat dalam puzzle mimpi itu, kekuatan supranatural sang pemilik kekuatan benar-benar dahsyat, pusaran mimpi berwarna hitam, dengan kekuatan bagai tornado yang mampu menghisap siapa pun yang dia kehendaki masuk ke dalam dimensi mimpinya. Akan sangat berbahaya ketika mereka tidak bisa menemukan jalan pulang. Semoga aku tidak terlambat untuk mengetahui siapa pemilik kekuatan supranatural itu di antara kita,' gumam Arya dalam hatinya sembari menyelidiki datangnya kekuatan supranatural yang mengancam keselamatan mereka. *** Arya kembali terbangun dari tidurnya. Ia berjalan ke arah nakas yang tidak jauh dari tempat tidurnya. Arya mengambil segelas air mineral yang biasanya disediakan di sana. Karena Arya merasa sangat haus, setelah berkelana menyelusuri jejak latar belakang Reno dan Angga. Arya kembali berjalan menuju tempat tidurnya. Kali ini, Aji yang menjadi target Arya untuk diselidiki bagaimana masa lalu beserta latar belakangnya. Aji adalah sosok Pemuda yang begitu senang akan petualangan. Semua bermula ketika Aji masuk ke jenjang sekolah menengah atas. Dari semua kegiatan ekstrakurikuler yang disediakan oleh sekolahnya, Aji kepincut dan jatuh hati pada kegiatan ekstrakurikuler pencinta alam. Kegemarannya itu mendarah daging hingga saat ini. Sebuah kebetulan Aji adalah teman satu kos Angga. Sehingga dua pemuda penggemar petualangan dan olahraga yang menguji adrenalin berada dalam kos yang sama. Kini mereka menjadi sahabat Arya, rasa takut yang pernah menyelimuti benak Arya untuk memulai pertemanan, telah sirna berkat kehadiran mereka. Itulah sebabnya Arya berusaha untuk memecahkan teka-teki dalam mimpinya sebelum semuanya terlambat. Bagi Arya mereka sangat berarti. Ketika Arya terbangun di dalam alam mimpinya, dia berada di sebuah daerah pedesaan. Rumah-rumah yang ada di sana jaraknya cukup jauh dari satu rumah ke rumah yang lain. Banyak pekarangan hijau bagai hutan-hutan kecil yang menyejukkan mata serta jiwa. Desa tempat tinggal Aji tampaknya berada di sebuah lereng perbukitan. Tidak heran kalau Aji gemar petualangan. Lantaran latar belakang lingkungannya sangat mendukung Aji untuk terus bereksplorasi menaklukkan perjalanan yang memacu adrenalin, serta menikmati keindahan alam yang diciptakan oleh Tuhan. Di sana, Arya melihat sebuah rumah sederhana, yang berbentuk seperti rumah adat Jawa. Terlihat juga asap mengepul dari celah genteng rumah itu. Aroma kayu yang dibakar bersama dengan aroma masakan yang begitu menggoda selera, membuat Arya merasa betah. Kemudian Arya berjalan mendekati rumah itu. Rumah sederhana dengan pagar yang terbuat dari bambu yang disusun rapi dan taman kecil dengan banyak bunga-bunga liar juga disusun rapi membuat halaman rumah itu menjadi asri. Arya masih mematung di depan pintu pagar itu. Tak lama berselang dirinya melihat seorang wanita paruh baya bersama Aji. Arya menduga wanita itu adalah ibu dari Aji. Ternyata mereka menunggangi sebuah motor butut milik Aji. Mau tidak mau Arya menunggu di halaman rumah itu sampai mereka datang kembali. Setelah menunggu sekitar dua puluh menit di dalam mimpi Arya, mereka kembali datang dengan membawa keranjang berisi sayur-mayur dan kebutuhan makanan lainnya. Tampaknya Aji diminta untuk menemani ibunya pergi ke pasar. Setelah mengantar ibunya dari pasar, Aji dijemput oleh teman-temannya. Ada 3 orang teman yang menyambangi rumah Aji. Kelihatannya mereka akan bepergian ke tempat yang jauh. Benar saja Aji membawa tas ransel dan segala perlengkapan seperti akan melakukan perjalanan ke suatu tempat yang jauh. Arya mengikuti ke mana Aji pergi. Ternyata mereka berjalan menuju sebuah air terjun yang menyuguhkan pemandangan alam yang sangat indah seperti jarang terjamah manusia. ‘Si Aji benar-benar petualang sejati, aku mengikuti dia bersama teman-temannya di alam mimpi saja rasanya sudah sangat lelah, tapi memang sangat mengasyikkan, sejauh ini tidak ada tanda-tanda kekuatan supranatural yang melatarbelakangi kehidupan Aji. Aku merasa memang bukan Aji pemilik kekuatan supranatural itu. Lebih baik aku coba untuk terbangun dan berusaha menyelami masa lalu, serta latar belakang Mikha, Syila, dan Raina,' batin Arya setelah menyelami masa lalu dari 3 sahabatnya. Reno, Angga, dan Aji, yang ternyata tidak memiliki latar belakang supranatural berbahaya seperti yang terlihat di dalam mimpi Arya belakangan ini. *** Arya memulai kembali petualangannya di dalam alam mimpi. Dia mulai menyelami kehidupan dari masa lalu Mikha. Saat Arya membuka mata di dalam alam mimpinya, dia berada di suatu tempat penuh dengan pepohonan. Suasana yang sunyi, pemandangan yang menggambarkan sebuah daerah perbukitan. “Aku berada di tengah hutan? Memangnya Mikha tinggal di mana? bukannya Mikha tinggal di kota?” Arya mengernyitkan dahi sembari terus melangkah menyusuri jalan setapak di dalam hutan itu. Kicau burung yang terdengar merdu di telinga, menambah keasrian pelipur kesunyian. Arya terus berjalan menyusuri jalan setapak yang lembap dan basah seakan baru saja diguyur air hujan. Dedaunan kering yang menempel pada tanah yang basah itu. Begitu pula terlihat dedaunan yang masih menyisakan tetes embun seusai hujan. Arya masih melihat suasana di sekitarnya. Suasana itu mengingatkan Arya pada tempat tinggalnya yang dulu sebelum keluarganya pindah ke kota Jakarta. Daerah perbukitan hutan hujan tropis yang kental akan tanah lembap dan basah, serta suhu udara yang dingin. Karya kembali melanjutkan perjalanannya. Jalur setapak yang Arya lewati membawa dirinya pada sebuah tempat dengan halaman yang sangat luas yang langsung lepas membaur dengan hutan kecil di sana. Arya melihat seorang gadis berdiri di depan sebuah rumah tua di kejauhan sana. Perlahan tapi pasti Arya berjalan dengan sangat berhati-hati karena ia melewati sebuah tanjakan yang sedikit licin. “Sepertinya itu Mikha?” Arya terus melangkah mendekat ke arah gadis yang tengah berdiri di depan sebuah rumah tua. Rumah tua itu berada lereng perbukitan tidak jauh dari tempatnya berdiri saat ini. Berjalan melalui jalur setapak yang disusun menggunakan bebatuan menyerupai tangga. Setelah sampai di sana, Arya melihat Mikha, yang dijuluki Si Gadis Kanebo olehnya. Mikha mematung menatap ke arah sebuah rumah tua yang sederhana. Seperti rumah zaman dulu, rumah-rumah peninggalan Belanda dengan cat yang sudah sedikit luntur. Arya mendekat dan berdiri tepat di belakang Mikha. Iya bingung mengapa Mikha mematung di depan rumah itu. Tidak ada orang lain di sana selain mika dan Arya. Sikapnya tampak aneh dan menimbulkan tanda tanya besar di dalam benak Arya. “Kenapa Mikha mematung di sana? Rumah siapa itu sebenarnya?” gumam Arya dalam hatinya sembari melihat sekelilingnya. Tidak ada aktivitas lain di sana selain Mikha yang mematung menatap ke arah rumah tua itu. Tak lama kemudian, Mikha berjalan meninggalkan rumah tua itu, menyusuri jalur setapak yang berlawanan arah dari arah datangnya Arya. Melihat Mikha berjalan meninggalkan rumah tua itu, Arya cara mengikutinya. Setelah mereka melangkah cukup jauh menembus hutan belantara, sampailah mereka pada suatu tempat yang membuat Arya semakin bertanya-tanya. “Tempat apa ini gelap, lembap, dan sedikit berkabut?” Arya terus melihat ke sekitarnya. Arya tidak melihat Mikha berada di sana. Kini Arya sendirian di area itu. Arya berusaha menelisik lebih jauh tempat dia berpijak saat ini. Kilatan cahaya di langit sesekali menyinari tempat itu. Arya tersentak kaget kala menyadari area tempatnya berpijak itu tidak lain adalah area pemakaman kuno. Bulu kuduk Arya merinding dan dia ingin segera menemukan jalan pulang atau terbangun dari tidurnya. Namun Arya sedikit merasa kesulitan. Dia belum bisa terbangun dari tidurnya. Hal itu berarti apa yang Arya selami dalam mimpinya belum tuntas. Namun saking takutnya Arya ingin segera bangun dari mimpi itu. Bukannya terbangun dari mimpi, justru Arya melihat sesosok bayangan putih menghampiri dirinya. Arya menghindar dan lari tunggang langgang. Akhirnya Arya dapat terbangun dari mimpi itu, setelah dirinya merasa tersandung sesuatu saat berlari di area makam kuno itu. “Aaarrrggghhh!” Arya berteriak saat terbangun dari mimpinya, karena tersentak kaget menemui hal yang menyeramkan yang melatarbelakangi kehidupan Mikha. “Astaga ... apa yang terjadi sama gadis itu? Bisa-bisanya aku hanya melihat dia berdiri mematung di depan sebuah rumah tua, lalu dia berjalan menyusuri jalan setapak yang berujung pada sebuah makam kuno? Memang Si Gadis Kanebo itu sangat membingungkan! Sangat misterius! Berarti Mikha perlu aku curigai! Jangan-jangan Dia memiliki kekuatan supranatural akibat mengabdi di makam kuno itu?” Arya mencurigai Mikha, karena saat Arya menyelami masa lalu Mikha, muncul sesuatu hal yang sangat misterius dan mistis. Dia curiga ada kekuatan supranatural yang melatarbelakangi masa lalu Mikha. *** Bersambung ... Bagaimana kelanjutan kisah mereka? Apakah benar Mikha yang memiliki kekuatan supranatural berbahaya itu? Selanjutnya Arya akan menyelami masa lalu Syila dan Raina. Bagaimana masa lalu yang melatarbelakangi mereka?
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN