Arya yang terbangun dari mimpinya, setelah menyelami masa lalu Mikha. Terbersit sedikit kecurigaan dalam benaknya. Ia mencurigai kalau Mikha Si Gadis Kanebo memiliki kekuatan supranatural yang melatarbelakangi kehidupannya.
“Mimpi yang begitu aneh! benar-benar aneh! Sejak pertama aku mengenal Mikha, dia memang sedikit berbeda, Mikha yang begitu pendiam, cuek, dan misterius. Awalnya aku ragu untuk menyelami masa lalu semua teman-temanku. Melalui mimpi yang seperti biasanya aku lakukan. Menyelami masa lalu seseorang melalui mimpi adalah kelebihanku. Namun, setelah aku pikir-pikir, puzzle mimpi yang memperlihatkan sebuah pusaran hitam yang penuh kegelapan bagai tornado itu, membuatku semakin khawatir akan keselamatan mereka. Sejujurnya ada yang mengganjal dalam benakku, saat beberapa waktu lalu mimpi itu muncul lagi dalam tidurku. Gadis misterius yang membawa boneka beruang yang menjadi penolongku ketika aku tersesat dalam mimpi, seakan terlihat kebingungan. Tapi sampai saat ini, aku benar-benar tidak mengetahui siapa dia yang sebenarnya. Apakah dia nyata? Atau justru temanku dalam dimensi lain? Setelah sekian lama aku tidak pernah memimpikan tentang suatu peristiwa yang akan terjadi, tapi belakangan ini, puzzle mimpi itu muncul kembali. Puzzle mimpi yang memperlihatkan suatu kejadian yang mengerikan yang berkaitan dengan kelima sahabatku. Sesungguhnya memecahkan teka-teki dalam sebuah mimpi yang selalu datang silih berganti, bagai sebuah puzzle yang harus aku rangkai demi memecahkan sebuah pesan yang tersirat di dalamnya. Membuatku sedikit terusik dan membuat jiwa ini tidak tenang. Awalnya aku tidak peduli dengan kilasan mimpi, mengenai peristiwa yang akan terjadi kepada seseorang di masa depan. Tapi lama-kelamaan ketika mimpi itu menghampiri lagi dan memperlihatkan sebuah peristiwa yang melibatkan kelima sahabatku. Aku tidak bisa tinggal diam. Sesuatu yang membuat aku kembali bertanya-tanya, kita sahabatan bertujuh, tetapi di dalam mimpi itu hanya ada lima orang yang tersesat, itu berarti salah satu dari kami adalah pemilik kekuatan pusaran hitam itu. Lalu? Apa maksud dan tujuannya? aku juga melihat hal mistis yang melatarbelakangi masa lalu Mikha. Apakah dia pemilik kekuatan supranatural itu?” Arya masih bertanya-tanya dalam hatinya, setelah dia melihat latar belakang masa lalu keempat sahabatnya. Arya mencurigai bahwa Mikha adalah pemilik kekuatan supranatural hitam itu. Namun Arya tidak berhenti sampai di sini, dia akan melanjutkan rencananya untuk menyelami masa lalu dua sahabatnya yang lain. Mereka adalah Syila dan Raina.
Arya kembali melanjutkan misinya untuk menyelami masa lalu Raina. Gadis yang selalu memberikan perhatian khusus kepada Arya, selalu bersikap manis kepada Arya, dan paling dekat dengan Arya. Raina memang memiliki perasaan spesial kepada Arya, akan tetapi Raina lebih memilih memendam perasaannya, dari pada mengungkapkannya. Karena bagi Raina bersahabat dan bisa dekat dengan Arya adalah sesuatu hal yang membuatnya merasa bahagia. Ditambah lagi Raina memiliki lima sahabat lainnya yang juga selalu mengerti akan keadaan Raina.
Arya memejamkan mata dan fokus mengingat semua tentang Raina. Sebelum ia memulai misinya untuk menyelami masa lalu Raina. Arya mulai terbuai dalam tidurnya, hingga dia terbangun di suatu tempat yang tidak begitu asing. Ia melihat sekelilingnya. Arya berada di suatu ruangan yang lumayan besar. Terdapat sebuah ranjang dan lemari pakaian di sana. Setelah Arya melihat secara saksama, kamar dengan cat bernuansa merah muda, dilengkapi pernak-pernik yang berwarna senada menghiasi ruangan itu. Suasana cukup gelap karena hanya ada satu lampu tidur yang menyala di salah satu sudut ruangan, sebagai sumber cahaya.
Arya kembali melangkahkan kaki dan melihat ke arah di luar jendela, di sana ia melihat Raina yang sedang termenung. Menangis sembari menatap hujan yang turun di luar sana. Tatapan Raina terlihat kosong, rambutnya tergerai di bawah bahu. Matanya sembab dan termenung mematung di balik jendela.
Arya menatap Raina cukup lama di sana. Tidak ada pergerakan apa pun yang dilakukan oleh Raina. Ia hanya menatap hujan yang sedari tadi turun membasahi bumi. Hingga akhirnya sikap Raina itu menarik perhatian Arya.
Arya berjalan mendekat ke arah jendela. Ia masih memperhatikan Raina yang berdiri mematung tidak bergerak sedikit pun. Arya penasaran tentang apa yang sebenarnya Raina lihat di balik jendela itu.
“Raina mematung, berdiri di balik jendela itu? Rasanya Dia sedang memikirkan sesuatu sembari melihat hujan, tapi mengapa tidak ada aktivitas lain atau sesuatu yang bisa aku selami terhadap masa lalu Raina?” Arya yang terus penasaran memutuskan untuk mendekati jendela besar di sana.
Langkahnya terhenti, matanya terbelalak, dan jiwanya tersentak kaget, setelah melihat apa yang terjadi di luar jendela.
“Astaga! Apa yang sebenarnya terjadi dengan Raina? Dia berada di lantai dua? Hujan yang turun dari langit, seolah terjatuh tak berujung? Lalu lubang apa itu? Aku tidak melihat lantai atau dasar tanah sama sekali di luar. Hanya ada kegelapan dan hujan turun begitu deras, seolah-olah lubang besar itu bagai pusaran di bumi, menyerap seluruh air yang ditumpahkan dari langit?” Arya berbicara sendiri, menggerutu sembari terbelalak melihat semuanya.
Bagaimana tidak? Arya merasa kamar Raina berada di lantai 2. Tetapi seperti tidak memiliki dasar tanah atau lantai, yang terlihat justru seperti lubang raksasa berwarna hitam pekat, yang seolah menyerap seluruh air hujan yang ditumpahkan oleh langit. Seolah-olah itu menyiratkan sebuah kesedihan yang tidak berujung.
“Apa maksud semua ini? Atau Raina memiliki kemampuan supranatural seperti yang ada dalam mimpiku? Lalu apa sebenarnya arti dari masa lalu Reina?” Arya merasa semakin bingung dengan kejadian yang di luar dugaan.
Awalnya Arya mencurigai Mikha yang memiliki kemampuan supranatural dibalik masa lalunya. Namun setelah Arya melihat latar belakang masa lalu Raina, dengan ekspresi yang mematung menatap hujan yang seakan-akan jatuh ke dalam sebuah lubang atau pusaran gelap yang berujung itu. Pusaran itu seolah-olah mampu menyerap seluruh air hujan yang ditumpahkan oleh langit, hingga jatuh dalam dimensi lain. Tidak ada tanah atau lantai di sana, yang ada hanyalah sebuah lubang besar yang gelap seperti tidak berujung. Hal ini membuat Arya semakin bingung dengan apa yang sudah ia lihat dalam mimpinya.
Arya kembali menoleh ke arah Raina. Dia melihat Raina yang masih mematung, termenung, dan tidak bergerak sedikit pun. Matanya seakan-akan mengatur pusaran hitam itu untuk terus terbuka. Raina yang terdiam tanpa ekspresi dan tanpa senyuman, terlihat sangat bertolak belakang dengan kehidupan yang sesungguhnya. Karena Raina adalah salah satu sahabat yang paling dekat dengan Arya. Gadis yang murah senyum ramah serta penuh perhatian kepada keenam sahabatnya. Hingga dirinya memberikan sebuah tawaran bahwa rumah milik kedua orang tuanya dijadikan sebagai basecamp tempat mereka berkumpul bersama.
‘Apa yang sebenarnya terjadi dengan Raina? Seorang gadis yang sangat ramah di kehidupan nyata, ternyata tidak menjamin bagaimana latar belakang masa lalunya. Seperti yang aku lihat saat ini, Raina seakan-akan memiliki kepedihan yang begitu mendalam, hingga air matanya tidak pernah berujung. Lalu apa maksud dari pusaran berwarna hitam itu? Atau jangan-jangan kekuatan supranatural yang terlihat dalam mimpiku itu, berasal dari Raina? Aku harus menemukan pesan dari teka-teki mimpi yang aku alami.” gumam Arya dalam hatinya,
Arya kembali mencurigai salah satu sahabatnya, yaitu Raina sebagai pemilik kekuatan supranatural yang menguasai sebuah pusaran hitam bagai tornado, yang terlihat dalam mimpi Arya. Gadis yang sangat ramah dengan senyuman hangat yang selalu menyapa teman-temannya dengan ceria, ternyata memiliki latar belakang masa lalu yang begitu misterius. Arya mencurigai Raina memiliki kekuatan supranatural seperti yang tampak terlihat di dalam puzzle mimpi yang belakangan ini kembali menghantui Arya.
Arya yang sudah melihat bagaimana latar belakang masa lalu Raina, memutuskan untuk kembali terbangun dari tidurnya. Kemudian berlanjut untuk menyelami latar belakang masa lalu kehidupan Syila. Arya tidak tersesat ketika keluar dari mimpi Raina, justru semua terasa lebih mudah dibandingkan saat keluar dari mimpi Mikha yang menyuguhkan sebuah makam kuno di sana.
Mata Arya terbelalak seketika terbangun dari mimpinya. Rasa lelah menjalar di sekujur tubuh Arya. Menyelami masa lalu seseorang sangat menguras energi Arya, karena dia harus berpacu dengan waktu dan berkonsentrasi memikirkan orang yang akan dia lihat bagaimana masa lalunya. Arya kembali mengambil air minum yang dia taruh di atas nakas yang tak jauh dari tempat tidurnya. Hatinya terus berdebar dan badannya gemetar. Lantaran memikirkan keterkaitan antara puzzle mimpi yang muncul belakangan ini dengan masa lalu yang melatarbelakangi beberapa sahabatnya. Arya semakin bertanya-tanya mengenai misteri dari mimpi yang setiap hari menghantui tidurnya.
Lamunan Arya terkesiap ketika dia teringat pada salah satu sahabatnya yang belum dia telusuri masa lalunya. Arya menghirup napas panjang dan menghembuskannya perlahan, sebagai pelepas penat setelah bertualang dalam alam mimpinya. Arya kembali memantapkan hati untuk memikirkan Syila. Karena sebentar lagi ia akan menyelami masa lalu Syila untuk mencari tahu bagaimana latar belakangnya masa lalunya.
Arya kembali memejamkan mata dan mengatur pernapasannya agar dirinya rileks sebelum kembali melanjutkan petualangan misteri di alam mimpinya. Arya merasa ada sesuatu yang ganjil setelah dirinya berada di dalam alam mimpi. Ia menunggu beberapa saat untuk memastikan bahwa dirinya sudah masuk ke dalam lintasan masa lalu Syila.
“Apa maksud dari semua ini? Kenapa aku tidak bisa melihat apa-apa? Semuanya gelap dan aku hanya bisa mendengar suara rintik hujan yang begitu deras.” Arya kembali mengedipkan matanya. Berusaha memejamkan mata dan membukanya kembali, akan tetapi dia sama sekali tidak dapat melihat keadaan di sekitarnya. Karena yang terlihat hanyalah gelap.
Arya mencoba melangkah dinantar gelap gulita. Namun, langkahnya kembali terhenti setelah Dia berjalan beberapa langkah. Arya merasa sedikit pusing, kesulitan untuk mengatur napas, dan dia sedikit ragu untuk terus melangkah. Lantaran apa yang ia lihat di sana, sama sekali tidak ada cahaya sedikit pun yang mampu menyinari tempat itu.
Arya berusaha melihat sekitarnya, tetapi semua percuma karena Arya tidak bisa melihat apa pun di sana, selain mendengar suara rintik hujan yang cukup deras di luar sana.
“Astaga! Apalagi ini maksudnya? Syila yang aku kenal adalah gadis yang sangat ceria, penampilannya nyentrik, sangat ramah, dan baik. Tetapi mengapa masa lalunya seperti ini? semuanya gelap dan hanya terdengar derasnya rintik hujan di luar sana. Apa yang terjadi dengan Syila? Bahkan aku tidak bisa melihat apa pun di sini, selain telingaku yang mendengar suara rintik hujan. Benar-benar aneh! Pada kenyataannya Semua orang pasti merasa bahwa Syila adalah gadis periang. Tidak ada yang pernah tahu bagaimana latar belakang masa lalunya. Karena ternyata hanya ada gelap yang menyelimuti kehidupannya di masa lalu.” Arya kembali menggerutu dalam hatinya. Dari keenam sahabatnya, tiga di antara mereka dicurigai sebagai salah satu pemilik kekuatan supranatural yang sangat berbahaya jika tidak dicegah sejak awal.
Arya yang merasa bingung setelah menunggu beberapa waktu dan semuanya terlihat sama saja, tidak ada cahaya sedikit pun, tidak ada pemandangan bisa dilihat, dan Arya hanya bisa mendengar suara gemercik rintik hujan di luar sana. Sehingga Arya memutuskan untuk kembali bangun dari tidurnya.
***
Arya mulai membuka mata. Kemudian ia duduk dan mengatur pernapasannya. Dahinya mengerut memikirkan teka-teki yang semakin menjadi misteri.
“Seharusnya setelah aku menyalami masa lalu mereka, harapanku akan ada sebuah titik terang, tapi kenyataannya berbeda, aku justru tambah bingung, setelah menyelami masa lalu mereka. Aku juga menemukan sesuatu yang ganjil pada masa lalu tiga sahabatku yang semuanya adalah perempuan. Semakin dalam menyelami masa lalu mereka, semakin membuatku merasa bingung. Ketiganya aku curigai memiliki kekuatan supranatural seperti yang aku lihat dalam kilasan mimpi yang belakangan ini menghantuiku. Aku ingin mencegah itu semua, sebelum terjadi, karena jika mereka semua masuk ke dalam pusaran kegelapan itu, kemungkinan besar yang terjadi adalah tersesat dan tidak tahu ke mana arah jalan pulang. Semua berpacu dengan waktu. Jika terlambat maka semua akan sia-sia, aku takut kami semua akan terjebak di dalam sana dan tidak tahu ke mana arah jalan pulang.” Arya kembali merasa takut, karena pusaran kegelapan yang ada dalam mimpi Arya dapat membuat mereka terlempar pada suatu dimensi lain, jika mereka tidak bisa menemukan jalan pulang tepat waktu, maka mereka akan berada di sana selamanya. Menghilang bagai ditelan Bumi.
***
Bersambung ....
Bagaimana kisah mereka? Apakah Arya mampu memecahkan teka-teki itu sebelum petaka membawa mereka masuk ke dalam pusaran kegelapan? Atau justru Arya terlambat?