32. Datang?

1089 Kata

Fara dan anaknya hidup berdua dengan bahagia. Tiada kata kesepian lagi sekarang. Ia sudah terbiasa dengan ketidakhadiran Jevan maupun iblis itu. Semuanya sudah selesai. Fara menghabiskan seluruh waktunya dengan Devan di rumah. Ia beruntung uang penjualan rumah sudah diterima sehingga untuk setahun ke depan dia pasti bisa bertahan. Akan tetapi hiduonya akan sulit kalau anaknya sangat boros dalam hal makanan. Devan duduk tenang di atas sofa. Matanya yang tidak wajar terlihat serius menonton kartun pagi akhir pekan. Ia tertawa mengerikan saat ada adegan kekerasan di acara anak-anak itu. Fara mengamatinya dengan sedikit takut. Namun dia menyadari memang dasarnya anaknya iblis. Pasti kejahatan dan dosa sangat menyenangkan untuk di tonton. Ia pun ikut duduk di sampingnya, lalu mengganti cha

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN