Malam itu, Fara sudah siap dalam balutan gaun hitam. Sebuah pakaian cantik denga desain modern. Banyak aksesoris mutiara hitam berkilauan di sepanjang rok gaunnya. Hanpir seluruh hal yang melekat pada dirinya berwarna hitam, sekalipun jepitan rambut. Hal yang berbeda warna hanya lipstik merah segarnya. Dia dijemput oleh mobil dengan sopir pria bertampang aneh. Dia tidak bisa mengatakan orang itu “manusia” karena tubuhnya sepucat mayat, tatapannya juga kosong. Karena tidak berani, dia mengikuti arahanny saja unthk masuk ke kursi belakang. Selama setengah jam dia dibawa melintasi jalanan asing. Ia yakin tidak pernah melihatnya. Seluruh kawasannya makin lama malah makin memasuki perhutanan. Cuaca buruk juga mulai terjadi. Kilatan demi kilatan petir berpendar di langit kelabut, diikuti ge

