BAB 44

1084 Kata

"Pemimpin sudah mati. Aku yang menggantikan Dennovan sekarang!" Suara tegas wanita itu membuat beberapa anggota yang tersisa mengangguk. Banyak yang memilih keluar dari organisasi Invisible Hand maupun pihak mafia karena sudah kedua kalinya pemimpin mereka mati. Sebagian dari mereka berpikir tidak ingin lagi mengantar nyawa pada agen hebat tersebut dan sebagian lagi masih berdiri kokoh karena pembalasan Budi pada pemimpin sebelumnya yang sudah menyelamatkan hidup mereka. Yang memilih bebas akan langsung dibunuh di tempat namun, banyak yang berhasil kabur diam-diam. "Kita akan membalaskan dendam pada mereka karena sudah membunuh Dennovan dan Ayahku! Kita akan menyiksa mereka!" Teriakan saling teriakan menggema di ruangan luas bawah tanah tersebut. Wajah mereka terlihat bersemangat. Wani

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN