MI KUAH SPESIAL AYAH

1546 Kata

Lama banget rasanya udah pen cabut, kering aku nunggu di depan teras, jalanan komplek sudah sepi banget dan yang lebih menakutkan lagi kalau amit-amit aku digigit nyamuk demam berdarah. Gak lama laki-laki itu datang dengan dua mangkok mie kuah. Meletakkannya di meja-kursi-teras. Lalu kembali masuk mengambil dua gelas besar teh hangat. "Jam rawan begini enaknya makan mie kan?" Pantesan lama banget. "Mas Lukman ngerebus mie dulu?" Dia mengedikkan bahu. Barulah aku sadar tampilannya sudah lebih casual dengan baju kaos, rambutnya jatuh habis di sambo, agak basah. lampu teras cukup terang sehingga aku bisa melihat mata coklatnya yang seakan lumer di gelapnya malam. Dia duduk di kursi seberang. "Mie buatan ku enak loh." Dia mengambil mangkok dan lebih dulu melahap mie nya. Laper kayakn

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN