bc

Artis Yang Selalu Kesepian di Tengah Malam

book_age18+
2
IKUTI
1K
BACA
HE
blue collar
bxg
lighthearted
enimies to lovers
actor
like
intro-logo
Uraian

Di bawah sorotan lampu kamera dan gemerlap dunia hiburan, Bintang, aktor muda terkenal, merasa hampa. Ketenaran dan kekayaan tak mampu mengisi kekosongan di hatinya. Ia mendambakan cinta sejati, cinta yang tulus dan murni, bukan cinta dangkal dari para penggemar yang selalu mengelilinginya.

Suatu hari, takdir mempertemukan Bintang dengan Laras, seorang gadis biasa yang jauh dari hingar bingar selebriti. Laras memiliki hati yang tulus dan apa adanya, berbeda dengan orang-orang yang biasa Bintang temui. Pertemuan tak terduga itu mengantarkan mereka pada serangkaian momen kebersamaan yang tak terlupakan.

Bintang belajar tentang kesederhanaan dan ketulusan dari Laras. Ia menemukan kedamaian dan kebahagiaan dalam kebersamaan mereka yang jauh dari hingar bingar dunia hiburan. Di sisi lain, Laras terinspirasi oleh semangat dan kerja keras Bintang. Ia kagum dengan dedikasi Bintang pada karirnya dan ketulusan hatinya.

Namun, perbedaan dunia mereka menjadi rintangan yang tak mudah dilewati. Laras merasa cemburu dengan penggemar fanatik Bintang yang selalu mengelilinginya. Ia khawatir Bintang tergoda oleh godaan dan sorotan media yang selalu menyertainya. Di sisi lain, Bintang dihadapkan pada pilihan sulit antara karirnya yang cemerlang dan cintanya pada Laras.

Rahasia yang disimpan Laras semakin memperumit situasi. Bintang dihadapkan pada dilema, apakah dia akan terus bersama Laras dan mengambil risiko kehilangan karirnya, atau memilih karirnya dan mengorbankan cintanya.

Rintangan dan ujian demi ujian terus menguji cinta mereka. Bintang dan Laras harus belajar untuk saling percaya, memahami, dan menerima kekurangan satu sama lain. Bisakah mereka menemukan solusi yang tepat untuk menjaga kebahagiaan bersama? Akankah cinta sejati mereka mampu bertahan di tengah perbedaan dunia dan rintangan yang semakin kompleks?

Temukan jawabannya dalam kisah Artis Yang Selalu Kesepian di Tengah Malam. Sebuah kisah romantis yang penuh dengan pertanyaan tentang cinta, pengorbanan, dan makna kebahagiaan sejati.

chap-preview
Pratinjau gratis
Pesona Sang Aktor
Bintang menatap dirinya di cermin dengan tatapan tajam. Wajahnya yang tampan terpancar jelas di balik lapisan make-up yang sempurna. Setiap detail dari wajahnya mencerminkan pesona yang tidak terbantahkan, sebuah gambaran dari sosok yang dikagumi banyak orang. "Ah, malam ini akan menjadi malam yang hebat," gumamnya pada dirinya sendiri sambil tersenyum puas. Dia melangkah keluar dari ruang rias, dan seketika disambut dengan sorotan kamera dan senyum hangat dari penggemar yang menunggu di luar. "Selamat malam, Bintang!" seru seorang penggemar yang memegang poster besar dengan gambar dirinya. Bintang menghampiri mereka dengan senyuman lebar. "Terima kasih, teman-teman! Saya sangat senang bisa bertemu kalian semua malam ini," ucapnya dengan suara yang ramah dan hangat. Dia berpose untuk foto dengan penggemar-penggemar yang bersemangat itu, memberikan tanda tangan di poster mereka dengan ceria. Setelah pertemuan dengan penggemar selesai, Bintang masuk ke dalam mobilnya. Begitu pintu mobil tertutup rapat, ekspresi wajahnya berubah. Dia melepas senyuman dan berganti menjadi ekspresi datar. "Apakah semuanya sudah dicek, Pak Surya?" tanyanya pada pengawalnya yang duduk di depan. Pak Surya mengangguk tegas. "Semua sudah kami periksa dengan cermat, Pak Bintang. Tidak ada yang mencurigakan." Bintang menghela nafas lega, meski tidak sepenuhnya yakin. "Baiklah. Mari kita lanjutkan," katanya sambil menatap keluar jendela, memperhatikan lampu-lampu kota yang berkilau di malam itu. Perjalanan menuju acara malam itu berlangsung lancar. Bintang melangkah keluar dari mobil mewahnya dengan langkah yang mantap. Cahaya bulan purnama menerangi wajahnya yang tampan, memancarkan pesona yang sulit diabaikan. Rambut hitamnya tersusun rapi, sedikit tergerai oleh angin malam yang sejuk. Matanya yang dalam, berwarna biru laut, memancarkan kepercayaan diri yang memikat setiap orang yang melihatnya. Postur tubuh Bintang tinggi dan tegap, seolah diciptakan untuk berdiri di atas panggung kehidupan. Pakaian malam itu menyelimuti tubuhnya dengan sempurna, menonjolkan garis-garis kekar pada tubuhnya yang atletis. Setiap gerakannya penuh dengan keanggunan alami, seakan menari di antara bayangan-bayangan malam. Tidak hanya wajahnya yang memikat, tetapi suara Bintang juga memiliki daya tarik sendiri. Ketika ia berbicara, suaranya yang hangat dan penuh pesona mengisi udara, menarik perhatian setiap pendengar. Kata-kata yang terucap dari bibirnya seperti melodi yang mempesona, menghipnotis siapa pun yang mendengarnya. Bintang adalah perpaduan sempurna antara kecantikan fisik yang menawan dan kepribadian yang karismatik. Ia adalah sosok yang tidak hanya dilihat, tetapi juga dirasakan ketenangannya. Sebagai bintang yang dikenal luas, ia memiliki aura yang mengelilinginya seperti magnet, menarik semua mata yang melihatnya untuk tidak melepaskannya. Inilah Bintang, aktor muda yang tidak hanya mengejar popularitas di layar kaca, tetapi juga memikat hati setiap orang dengan kehadirannya yang luar biasa. Bintang tiba di tempat acara dengan selamat dan langsung disambut dengan sorotan kamera dan teriakan penggemar yang semakin bersemangat. Dia berjalan dengan anggun, tersenyum kepada semua orang seperti biasa. Di dalam acara, Bintang dikelilingi oleh orang-orang yang ingin berbincang dengannya. "Bintang, kamu luar biasa di film terakhirmu! Adegan action-nya sangat mengagumkan!" puji seorang sutradara terkenal. Bintang menanggapi dengan santai, "Terima kasih, Pak Mulyono. Saya senang Anda menyukainya." Dialog-dialog seperti itu terus berlanjut sepanjang malam. Bintang terlihat begitu percaya diri dan fasih dalam berkomunikasi dengan siapa pun di sekitarnya. Tidak ada yang menyadari bahwa di balik senyum dan kata-katanya yang ramah, ada rasa hampa yang selalu mengintainya. Ketika acara berakhir dan para tamu mulai meninggalkan, Bintang kembali ke mobilnya. "Pak Surya, saya ingin kita segera pulang," ujarnya dengan suara rendah. Pak Surya mengangguk mengerti. "Baik, Pak Bintang. Saya akan mempersiapkan semuanya." Di dalam mobil, Bintang merasa lega. Dia tahu dia bisa merasa aman ketika berada bersama tim keamanannya. Namun, begitu mereka berada di dalam mobil dan jalan mulai lengang, kesendirian kembali menyergapnya. "Tuan, apakah kita perlu menghubungi seseorang malam ini?" tanya sopirnya. Bintang mengangguk. "Ya, hubungi Lia," jawabnya singkat. Mobil melaju pergi dari tempat acara dengan kecepatan yang tinggi. Di kegelapan malam, Bintang duduk dengan diam, merenung tentang kehidupannya yang penuh dengan topeng-topeng yang ia kenakan setiap hari. Bintang menghela napas panjang dan meraih ponselnya. Jari-jarinya bergerak lincah di layar, mengetik pesan singkat kepada manajernya, Raka. "Raka, tolong hubungi Lia. Aku butuh dia malam ini." Tak lama kemudian, pesan balasan dari Raka muncul di layar. "Baik, Bintang. Lia akan segera datang." Sesampainya di rumah, dia langsung menuju kamar tidur. Rumahnya megah dan mewah, dengan desain modern yang elegan. Namun, bagi Bintang, rumah itu terasa dingin dan sepi. Ia melepaskan pakaian dan mandi untuk menghilangkan rasa lelah. Selesai mandi, ia mengenakan jubah mandi dan berjalan menuju balkon kamarnya. Di balkon, Bintang memandang langit malam yang cerah. Bintang-bintang bertaburan, seolah memberikan harapan bagi siapapun yang memandangnya. Tetapi bagi Bintang, pemandangan itu justru mengingatkannya pada kesendiriannya. Ia merasa seperti bintang di langit, bersinar terang tetapi jauh dari jangkauan. Lamunannya terhenti saat ia mendengar suara bel pintu. Raka membuka pintu dan menyambut Lia, wanita penghibur yang sudah dikenal baik oleh mereka. Lia selalu datang ketika Bintang membutuhkan, dan ia tahu bagaimana caranya membuat Bintang merasa tenang. "Terima kasih sudah datang, Lia," kata Raka dengan ramah. "Bintang ada di kamar, dia menunggu." Lia tersenyum dan mengangguk. "Tidak masalah. Aku akan memastikan dia merasa nyaman." Raka mengantar Lia ke kamar Bintang. Saat pintu kamar terbuka, Bintang melihat Lia dan tersenyum. "Hai, Lia. Terima kasih sudah datang." Lia mendekat dan duduk di tepi tempat tidur. "Tidak apa-apa. Bagaimana harimu?" tanya Lia sambil memperhatikan Bintang dengan tatapan lembut. Bintang menceritakan sedikit tentang hari-harinya yang penuh dengan aktivitas. Mereka berbicara santai, dan perlahan-lahan Bintang merasa lebih rileks. Kehadiran Lia membantunya melupakan sejenak segala kekhawatiran dan kesepian yang menghantui. Lia, dengan senyum manis dan sentuhan lembutnya, tahu persis bagaimana membuat Bintang merasa lebih baik. Saat obrolan mereka berlanjut, Lia berdiri dan mendekati Bintang. Ia meletakkan tangannya di bahu Bintang, memberikan pijatan ringan yang membuat Bintang merasa lebih tenang. Lia menatapnya dengan penuh pengertian. "Kau tampak lelah," katanya pelan. Bintang mengangguk, merasakan pijatan itu menenangkan otot-ototnya yang tegang. "Sedikit," jawabnya singkat. Lia tersenyum, dan tanpa banyak bicara lagi, ia memeluk Bintang dari belakang, menempelkan tubuhnya yang hangat pada punggung Bintang. Dalam pelukan itu, Bintang merasa kehangatan dan rasa aman yang sudah lama dirindukannya. Perlahan-lahan, ia berbalik, memandang Lia dengan tatapan penuh terima kasih. Lia membalas tatapannya dengan senyum lembut, mengelus pipi Bintang dengan lembut. "Kau tahu aku selalu ada di sini untukmu," bisik Lia. Bintang mengangguk pelan, merasakan detak jantung Lia yang tenang di dekatnya. Ia menarik Lia lebih dekat, merasakan kehangatan tubuhnya yang lembut. "Aku tahu," jawabnya, suaranya hampir tak terdengar. Lia mengangkat wajahnya, menatap Bintang dengan mata yang penuh dengan rasa sayang. "Kenapa tidak kita lanjutkan percakapan ini di dalam?" usul Lia dengan nada menggoda. Bintang mengangguk setuju, dan mereka berdua perlahan masuk ke kamar, menutup pintu di belakang mereka.

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
189.2K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
234.0K
bc

B̶u̶k̶a̶n̶ Pacar Pura-Pura

read
155.9K
bc

TERNODA

read
199.1K
bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
30.9K
bc

Setelah 10 Tahun Berpisah

read
66.1K
bc

My Secret Little Wife

read
132.3K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook