Terasing

1228 Kata

“Lubna! Sayang!” Armina mengetuk pintu kamar perlahan. Suaranya juga dilembutkan. Anak itu tidak menyahut. “Kenapa Lubna?” tanya Rara yang sudah berada di belakang Armina. Dia heran dengan keanehan tingkah anak itu. Sebab biasanya dirinya disambut hangat anak itu. “Nggak apa-apa. Lagi ngambek aja.” Armina menutupi. Rara tersenyum. Armina memutuskan membiarkan saja Lubna menelefon Harsya. Ia sudah tidak takut diadukan. Ia yakin Harsya tidak akan memarahinya, sebab lelaki itu seharusnya berkaca pada dirinya sendiri. Tapi, Armina khawatir dengan persepsi Lubna akan dirinya. “Sebentar ya, kusiapkan dulu kuenya.” Armina ke dapur. “Mbak Karti kemana?” Rara mengikutinya, membiarkan Kevin sendirian di ruang tamu. “Sedang pulang kampung,” jawab Armina. Seketika ia jadi ingat belum menghubu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN