Bab 51. Aku Masih Di sini

1329 Kata

Pagi itu datang dengan sinar matahari yang hangat menelusup dari kisi-kisi jendela kontrakan kecil. Setelah sekian lama, Meysa membuka mata tanpa beban sesak yang menusuk. Napasnya masih berat, tapi ia merasa ringan—seolah-olah semesta memberi sedikit ruang untuk bernapas hari ini. Ia duduk di ranjang tipis, lalu menatap langit-langit yang mulai retak di sudut. Bibirnya mengembang pelan, senyum kecil yang tulus. “Kita bisa mulai dari sini, ya?” Dengan sigap ia beranjak, merapikan tempat tidur seadanya, mencuci muka, menyisir rambut, dan menggulung lengan bajunya. Meski tak punya banyak pakaian rapi, ia memilih kemeja paling bersih yang dimiliki, menyetrikanya seadanya malam sebelumnya. Sebelum keluar, ia menyempatkan diri untuk berdiri di depan cermin pecah di sudut kamar. “Aku baik-ba

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN