47. Sebuah Bukti

1160 Kata

Mata Lastri sontak melotot. Ia memberi sinyal pada Sari untuk meralat ucapannya. Meski jarak mereka cukup jauh, Sari tetap bisa menangkap maksud dari Lastri. Namun bukannya menurut dan lekas meralat ucapannya, Sari justru tersenyum lebar. Sebuah rencana licik untuk menjatuhkan Lastri sekarang benar-benar akan ia wujudkan. Sudah lama ia memendamnya, sudah lama ia mencari celah untuk mencari kesalahan Lastri, dan inilah saatnya. Tidak akan dia biarkan! "Eh, runguakeun, kih! Aku arep ngomong sesuatu, iki tentang Jumi. Anak Lastri sing gagal dari mantu'e juragan Sastro. Wingi, aku ngedeleng anak'e ana ning parek'e sungai! Karo wong lanang maning!" teriak Sari dengan wajah yang sumringah. Semua orang menatap Sari dengan terkejut. Mata mereka mengerjap beberapa kali seakan berusaha mencari kebe

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN