Dokter Jenius Modern
Giselle menyelesaikan riset terahirnya. Akhirnya ruang penyimpanan dimensi lain selesai dia selesaikan dengan sempurna.
Dia mencoba memasukkan beberapa hasil penelitiannya ke dalam ruang dimensi miliknya. Dia kemas dalam kalung giok yang sekarang dia kenakan.
Di ruang dimensi miliknya ada ruang laboratorium dan beberapa ruang penyimpanan lainnya.
Banyak obat modern dan tradisional yang sudah dia masukkan. Bahkan jet pribadinya dia masukkan juga menjadi super mini. Tentu saja setelah dikecilkan menggunakan alat pengecil hingga ukuran paling kecil.
Penemuannya ini tak boleh jatuh ke tangan orang jahat karena bisa disalah gunakan.
Setelah mengisi semua ruang dimensi dengan beberapa hal. Giselle merasa puas.
Dia bermaksud untuk berbelanja dan memasukkan beberapa bahan makanan ke ruang penyimpanan. Untung saja kemarin dia habis belanja bahan makanan. Kalau dimasukkan ke ruang dimensi bisa tahan lama. Dia juga mengembangkan penemuannya hingga apa saja yang dimasukkan ke ruang dimensi tak akan habis meski digunakan terus. Intinya ruang penyimpanan bisa mereproduksi sendiri.
Oleh karenanya kalau penemuannya diambil orang lain pasti akan timbul bencana apabila disalahgunakan.
Setelah semua bahan makanan masuk. Giselle ingin pulang ke rumahnya. Sudah lama dia tidak pulang ke rumah memilih sibuk di laboratorium.
Saat keluar, entah kenapa dia merasa ada yang mengikutinya. Giselle tidak sempat ke tempat parkir. Dia mwmacu langkahnya dan beberapa orang benar-benar mengikuti dan memburunya. Bunyi peluru memenuhi ruang udara. Giselle memang dokter jenius tapi dia tidak ahli bela diri. Dan hal itu membuatnya tak bisa melawan orang-orang ini.
Dia melihat jembatan. Langkahnya kian terasa berat. Napasnya sudah turun naik. Orang-orang itu masih terus memburunya. Apa mereka mafia?
Tanpa sempat berpikir apapun dia terjun ke dalam air dengan arus deras. Menelan tubuhnya hingga tenggelam hingga ke dasar.
Saat dia merasa tenggorokannya sakit, Giselle terbatuk.
Netranya mengerjap. Apa ini di syurga? Apa dia sudah mati?
Kenapa dingin dan gelap sekali. Saat itu sedikit bayangan melintas di pikirannya.
Bukan tentang zaman modern atau laboratoriumnya. Bukan. Ini terlihat di jaman lalu. Dia juga mendengar banyak makian yang terucap dari orang-orang tak dia kenal. Dan Giselle yakin itu bukan untuknya. Tapi siapa?
Karena lelah dia kembali tertidur tanpa tau apa yang sekarang dia alami.
Saat akhirnya dia terbangun kembali hari sudah pagi. Sinar matahari masuk ke kamarnya menyilaukan netranya. Hingga Giselle terbangun.
Dia merasa aneh, dia kan jatuh ke sungai kenapa dia tak merasa basah. Bahkan sejak pertama kali dia bangun tadi. Dia cuma merasa dingin.
Giselle memandang pakaian yang dia kenakan. Bukan celana jins dan juga tank top. Kenapa dia memakai pakaian ala kerajaan di cina? Apa dia ditemukan oleh pemain opera cina?
Oh mungkin saja, pikirnya.
Dia meraba lehernya mencari kalung giok hasil penelitiannya. Ternyata tidak hilang saat jatuh ke sungai. Giselle menghembuskan napas lega.
Berarti pembunuh itu tidak mendapatkan kalungnya. Bisa berbahaya kalau mereka mendapatkannya.
Meski di ruang penyimpanan ada beberapa senjata tapi Giselle tak mempunyai kemampuan untuk menggunakannya jadi percuma kalau semalam dia menggunakannya.
Giselle mengingat di ruang dimensi miliknya ada aula latihan. Mungkin belajar ilmu bela diri bisa dia lakukan.
Pertama-tama dia harus tau dimana kini dia berada. Siapa yang membawanya ke sini. Giselle harus mengucapkan terima kasih karena sudah menyelamatkannya dari para pembunuh itu.
Tapi rumah ini sangat tua dan jelek. Bahkan tempat tidur yang dia tempati semalam sangat keras alasnya. Entah dari bahan apa?
Dia bangkit mencari pemilik rumah. Saat melintasi cermin yang sedikit kusam Giselle terpaku. Siapa wanita itu?
Wajah penuh bintik hitam dan tubuh gendut yang terlihat.
Siapa wanita itu?
Giselle sedikit curiga hingga dia bergerak dan bayangan dicermin ikut bergerak.
"Diam. Jangan bergerak." Giselle mengacungkan jari telunjuk ke arah wanita jelek di depannya itu. Anehnya wanita jelek itu ikut menunjuk ke arahnya.
Perasaan Giselle jadi tak enak.
Apa yang terjadi?
Apa wanita yang di cermin itu dirinya? Apa itu artinya dia masuk ke raga wanita jelek itu?
Oh. Giselle mendadak sempoyongan. Kemana wajah cantik dan tubuh langsingnya? Kenapa tubuhnya jadi sebesar gajah?
Wajahnya juga penuh bintik. Sungguh merusak pemandangan.
Dia meraba wajah dan seluruh tubuhnya. Sejenak di terdistorsi.
Apa saat ini dia sedang bermimpi dan tersesat?
Mengabaikan wajah dan bentuk tubuhnya. Dia tak mau melihat ke arah cermin. Dengan marah dia mengambil botol kaca di atas meja terdekatnya dan melempar botol kaca yang entah bekas apa karena sudah kosong.
Cermin itu pecah hingga tak bisa menampakkan wajah jeleknya.
Cukup puas akhirnya Giselle memutuskan untuk keluar dari rumah mencari pemilik rumah. Mengingat dia sudah merusak cermin pemilik rumah dia lumayan menyesal.
Tak ada siapapun. Apa dia ditinggal sendiri di sini? Lalu ke mana pakaian yang dia pakai sebelumnya? Dia tak melihat ada jemuran di manapun.
Dia kembali masuk ke dalam rumah dan mencari ke dalam lemari. Tak ada apapun di dalam lemari.
Dia lupa memasukkan pakaian ke ruang penyimpanannya.
Akhirnya dia keluar lagi. Mengeluarkan dron berbentuk burung. Mengoperasikannya. Untung dayanya penuh. Dia ingin tau di mana dia sekarang berada.
Rumah ini dikekilingi pohon tinggi hingga dia kesulitan melihat di mana dia kini berada.
Tak lama dia melihat seperti pagar yang tinggi. Ada pintu yang tertutup rapat. Jadi dia terkurung di sini? Tapi siapa yang melakukannya?
Dia tak bisa mendapat memori apapun dari tubuh asli ini. Dia hanya mendengar banyak hinaan. Apa pemilik tubuh ini buta?
Atau sengaja tak mau melihat siapa yang menghinanya?
Kalau buta kenapa saat ini dia bisa melihat?
Giselle mendesah karena tak mendapat petunjuk apapun. Satu-satunya cara tentu saja mencari tahu sendiri.
Dia menggerakkan dron lebih jauh darinya. Untung saja dia sudah memutakhirkan dronnya hingga bisa dia lepas hingga puluhan kilo meter.
Saat keluarbdari pagar dia melihat ada dua penjaga di luar pagar.
Keduanya tak saling bicara jadi dia menggerakkan lagi dron lebih jauh. Dia melihat sekelompok wanita dengan pakaian serupa yang dia pakai kini. Jadi ini benar di jaman kerajaan cina.
"Jadi selir utama dimasukkan ke istana dingin oleh pangeran?"
"Kudengar begitu. Rumornya karena pangeran tau kalau selir utama mata-mata yang dikirim kaisar."
"Pantas saja. Biasanya pangeran bukan sosok yang dingin begitu."
"Apalagi katanya selir juga sangat jelek dan gendut. Pangeran pasti tak mau."
"Sudah jelas niat kaisar ingin mempermalukan pangeran kita."
"Harusnya pangeran menikah dengan kakak selir yang lebih cantik dan baik budinya."
"Kudengar juga begitu. Kakak selir mundur karena kudengar selir mengancam bunuh diri kalau tidak diperkenankan menikahi pangeran."
"Berarti selir mencintai pangeran?"
"Tidak juga. Selir jatuh cinta pada kaisar raja. Tapi kaisar menggunakannya untuk menjadi mata-mata."
"Apa kakak selir yang menjadi selir kaisar?"
"Sepertinya begitu."