Masih Panjang Perjuangan

881 Kata

"Lho, Nenek sama Tante ngapain?" teriak anak-anak saat melihat aku dan Ningsih tergolek di depan kamar pembantu sialan itu. "Oh, Nenek lagi bersih-bersih debu itu, Dek. Udah biarin aja, nanti juga kelar. Kalian ganti baju dulu, ya, Nanti kita makan bersama-sama, setelah itu maiiin!" ujar Maya sambil menahan tawa. "Baik kak Maya. Kita nanti main lagi, ya." Maya yang sedang mengendong Kevin mengangguk cepat. Aku perlahan bangkit. Badan terasa remuk, pegel dan masih ada sisa kesemutan. "Ning! Ningsih! bangun! malah tidur, sih!" sungutku. Ningsih terbangun, dia masih seperti orang kena tremor, bergetar semua badannya. "Udah ah, kamu ini lebay!" "I-ibu a-aku ti-tidak le-lebay!" sungut Ningsih. Lama juga kami tertidur disana. Sepertinya aku dan Ningsih pingsan. Emang kurang asem itu duo

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN