Keadaan rumah yang sepi memacu emosi. Ibu, Ningsih, anak-anak dan dua pembantu kiriman Mas Nathan tak ada di rumah. Yang paling membuatku kesal, kamarku dibobol, semua surat-surat penting itu hilang tak berbekas. Aaarrrhhgghhh! Pasti pembantu-pembantu itu pelakunya. Siapa lagi kalau bukan mereka? Tak mungkin Ibu atau Ningsih. Mereka tak sejahat itu menjadi maling. Dengan gemuruh didada, aku meninggalkan rumah dan melajukan mobil menuju rumah Mas Nathan. Laki-laki itu harus bertanggung jawab atas semuanya. Aku tak peduli lagi jika hari ini tak masuk kantor. Hartaku dan anak-anak yang lebih utama. Mobil sampai di halaman rumah itu. Dari jauh terlihat Mas Nathan sedang duduk diteras rumahnya. Rumah itu tampak sepi, kemana anak-anak? Aku turun dari mobil, menantang laki-laki tinggi itu tan
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


