POV Nathan. "Bawa sekarang saja, jangan nanti-nanti!" titahku kepada Rini dan Maya. Menurut mereka, Zion sudah sangat berubah. Pergi pagi-pagi dan pulang larut malam. Tak acuh dengan anak-anak. Padahal semua adalah ujian yang sengaja di ciptakan untuk meyakinkanku apakah laki-laki itu masih pantas untuk merawat anak-anak atau tidak. Namun, baru segitu saja dia sudah seperti manusia tanpa hati. Mencampakkan gelar seorang ayah dan mementingkan perasaannya sendiri. Apa dia tak pernah membayangkan bagaimana menjadi Selna. Adikku berusaha bunuh diri karena depresi. Beruntung nyawanya tertolong, meski kakinya tak bisa lagi berjalan seperti dulu. Wajah yang rusak pun beberapa kali harus di operasi. Aku tak pernah memperdulikan berapa biaya yang harus aku keluarkan untuk merawatnya. Begitu jug

