Tiga bulan setelah pernikahan, banyak yang berubah dalam hidup Ana. Maria yang sudah tenang di alam sana, juga Ana yang kian hari kian sibuk dengan segala macam urusan kehidupannya yang baru. Setiap pagi Ana selalu menyiapkan sarapan untuk keluarga Eza, bukan hanya makan pagi, tapi juga siang dan malam. Mamah Eza berpesan agar Eza selalu makan masakan istrinya, ya, salah satunya agar Eza bisa terurus. Bukan hanya soal makanan, tapi juga semua keperluan Eza sehari-harinya. Satu stel kemeja dengan dasinya sudah siap di gantungan. Setiap pagi Ana selalu menyiapkannya untuk Eza. "Terimakasih, sayang." Ucap Eza begitu ia keluar dari kamar mandi. "Hari ini kamu ada acara?" Sembari memakai kemeja putih itu, Eza mengajak Ana mengobrol. "Ada, Mas. Nanti saya mau antar Sheila ke dokter kandu

