"Suster!" "Dokter!" Di tengah lalu lalang orang-orang di rumah sakit, Eza berteriak dengan lantang berharap seorang paramedis segera datang menolong kekasih hatinya. Alya masih berada dalam gendongannya, tak sadarkan diri. Peluh dan air mata sudah bercampur membanjiri wajah Eza. "Suster!" Dua orang perawat laki-laki dan perempuan dengan mendorong bed pasien segera menghampiri Eza. "Tolong sus," Dua orang perawat laki-laki dan perempuan itu segera membantu Eza memindahkan Alya ke atas bed pasien itu. "Apa yang terjadi mas?" Seorang suster bertanya pada Eza di tengah kepanikan. "Di-a pingsan," dengan terbata Eza menjawab pertanyaan suster tersebut. Bed pasien di mana Alya tergeletak tak sadarkan diri itu segera di dorong menuju ruang IGD oleh ketiga perawat itu. "Tolong mas

