Mamah Eza segera pergi ke rumahsakit diantar oleh sopir keluarganya. Ia benar-benar panik saat ditelpn oleh Rissa tadi. "Bagaimana keadaan Eza?" Begitu sampai, mamah Eza segera menghampiri Edrick dan Rissa. "Dia sudah siuman, tapi sedang istirahat." "Syukurlah, apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa Eza bisa sampai pingsan seperti ini?" "Fr- Sebelum berucap, Edrick terlebih dahulu menarik tangan Rissa. Edrick mencoba untuk menahan Rissa agar tidak mengatakan permasalahan yang sebenarnya, Edeick hanya takut kalau semuanya semakin runyam. "Eza kelelahan, ada proyek baru di kantor dan kami memang sering meeting di pagi hari dan kadang kala juga kami harus lembur, Mah." "Ini juga pasti karena Eza yang selalu mengurusi semua keinginan istrinya itu." Suara mamah Eza terdengar begitu ke

