Lalu lalang kendaraan roda empat tak begitu padat, dari jendela mobil Ana bisa melihat semburat jingga di ufuk barat. Ana tak pernah tau, kalau hal begini saja bisa membuat hayinya terasa damai. Sejenak Ana lupa akan kondisi Maria yang sudah sering tak sadarkan diri. Kepalanya yang sudah botak pelontos, serta tubuhnya yang mulai kurus kering benar-benar membuat ana terpukul. Lebih menyakitkannya lagi Ana tak bisa berbuat apa-apa untuk Maria. Soal pernikahan dengan Eza, Maria mengaku bahwa Eza susah memveritahunya lebih dulu dibandingkan kepada Ana. Ana tentu saja merasa terkejut. Apa yang dikatakan Maria waktu itu, adalah salah satu rencananya untuk menjodohkan Ana dengan Eza. "Apa yang sedang kamu pikirkan?" Tanpa mengalihkan pandangannya dari jalanan, Eza bertanya pada Ana. "Tida

