Sudah lama Irgi tidak bertemu dengan Ana, selain Eza melarangnya, Irgi juga sedang sibuk dengan kuliahnya. Irgi kembali mengambil kuliah untuk menjadi dokter spesialis. Pagi itu, setelah Ana memeriksakan jahitan di perutnya, akibat luka tusuk yang di alaminya oleh Hendra, Ana sengaja meminta untuk bertemu dengan Irgi. Bagaimanapun Irgi adalah orang yang berjasa untuk Ana. Irgi selalu memberikan nasihat untuk Ana, meski tidak semua nasihat itu Ana lakukan, namun dnegan itu semua Ana merasa dianggap manusia oleh Irgi. "Hai, An. Sudah lama?" Sapa Irgi pada Ana yang sedang duduk di depan tempat pendaftaran pasien. "Gak, saya juga baru keluar dok." Senyum manis tersungging dari Ana. Ada yang berbeda dari tampilan Ana kali ini, biasanya Ana tampak tak begitu rapih. Dengan sweater warna h

