71

1532 Kata

Rasanya semua hal berjalan dengan lancar, sesuai dengan apa yang Ana inginkan. Perlahan Ana mulai pergi meninggalkan lorong gelap awal mula kehidupannya dulu. Lorong gelap yang menelan cahaya kehidupan Ana. Membuat Ana tidak bisa melangkah, tidak bisa melihat keindahan yang sudah dunia ciptakan untukya. Sampai Ana tidak bisa mersakan apapun, mati rasa. Dihimpit kejamnya kehiupan dunia. Dunianya telah menjadi hitam, membuat Ana benar-benar lelah, bahkan muak. Ana yang sudha mulai tersesat, kehabisan nafas karena harus berlari menyebrangi lautan yang perlahan menahan semua bintang yang bersinar terang di hidupnya. Eza, seolah bagai tanah kering di sebrang lautan yang Ana pikir bisa ia gunakan untuk menepi dari guncangan badai dan ombak kehidupan. Namun semuanya berubah saat bertemu denga

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN