Setelah restu diterima dari kedua orangtua Eza, Eza mengajak Ana untuk berkunjung ke makam Alya. Mwski tidak mudah untuk meyakinkan Ana, namun Eza berkata dengan cara seperti ini, ia bisa mengenalkan Ana pada Alya. Ana dan Eza sudah sampai di area pemakaman. Ana tersadar, di sinilah kali pertama ia bertemu dengan Eza. Saat ia pergi berkunjung ke makam ibunya dan melihat Eza yang layaknya psikopat karena hampir setiap hari datang ke makam dan membawa bunga mawar putih untuk Eza letakkan di atas makam Alya. "Halo, Al ..." Eza menyapa pada batu nisan bertuliskan nama lengkap Alya. Tangannya mengelus perlahan batu nisan itu. " Maaf, aku telat datang." Ana teringat saat dulu medengar Eza ketika memanggil batu nisan itu dengan panggilan sayang. Kenapa kali ini Eza tidak selembut diri, pikir

