"Bagaimana kehidupan keluarga kamu?" Hanin menyesap secangkir teh rosela yang tersaji di hadapannya. "Semuanya berjalan lancar, tante." "Kalian belum ada rencana untuk bulan madu?" Ya, semenjak pernikahan Ana dan Eza digelar, Eza belum punya waktu untuk melakukan honey moon bersama Ana. "Mas Eza masih sibuk dengan pekerjaannya, tante." "Jangan biarkan kesibukan itu mengganggu rencana bahagia kalian. Kamu juga punya hak sepenuhnya atas Eza. Bilang sama dia supaya bisa bagi waktu antara pekerjaan dan kehidupan keluarganya." Ana paham maksud dari Hanin, apalagi Hanin lebih paham tentang Eza. Secara Eza adalah mantan menantunya. "Ana sudah mengatakan itu semua, lagi pula Ana masih sibk juga." Sebenarnya Ana juga sedang memikirkan masalah anak yang terus-terusan dikatakan oleh

