BAB 19 : Seseorang dari Masa Lalu

4105 Kata

Keputusan Antara memang membingungkan, karena tetiba saja memutuskan mereka pindah ke villa—meski untuk sementara waktu. Tapi jika akhirnya Kinanti bisa menikmati pemandangan kebun teh ini dengan bebas, tindakan Antara agaknya tidak perlu dipermasalahkan lagi olehnya. Toh, siapa juga yang tahu—jika Antara betulan ingin berlibur di sini? Ah, terserah saja. Pria itu terkenal dengan “semaunya sendiri”. Lebih baik, Kinanti menikmati “kebebasannya” yang jarang-jarang ini. Seperti sekarang, ia bisa jalan-jalan santai di sepanjang jalur perkebunan teh. Ditemani kabut pagi yang masih turun dengan cukup tebal, embun-embun di dedaunan serta sapa hangat para pekerja yang mulai melakukan rutinitas mereka. Untuk pertama kalinya sejak Kinanti dinyatakan hamil oleh dokter, barangkali ini momen pertama b

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN