bab 9

657 Kata
Tahun 2005 Tidak tahu harus berkata-kata apa, sungguh kejutan yang di berikan Amel untukku sangat melukai hati. Setelah aku putuskan, Amel terus berusaha menghubungiku, baik lewat telepon atau melalui sahabat-sahabatku. Dia berusaha menjelaskan, dan beralasan jika dia selingkuh karena kesepian dan kurang perhatian dari aku. 1000 alasan dia berikan kepadaku, sudah cukup sudah kecewaku lebih besar dari semua itu. Dan aku tetap sama, tidak memberikan kesempatan untuk hubungan kami di perbaiki kembali. Aku berusaha menenangkan diriku, dan berusaha memalingkan kesibukan untuk pekerjaan dan tugas pertamaku saja. Bersyukur aku langsung mendapat ikatan dinas, aku di tugaskan di Polres Lampung Timur. Jaraknya cukup jauh dari rumah, perlu waktu satu jam untuk aku sampai di sana. Biar, biar semua aku jalani sendiri dan berusaha menikmati rasa sakit yang ada ini. Aku, merapikan pakaianku, merapikan dan menurunkan foto Amel yang hampir empat tahun ada dan terpasang di dinding kamarku. Semoga setelah aku bertugas aku dapat melupakan kenangan pahit ini sedikit demi sedikit. Mungkin aneh untuk sementara waktu tanpa Amel di sisiku, tapi dengan berjalannya waktu aku juga bisa melupakannya seperti dia yang telah melupakanku saat ini. “Mas di panggil bapak dan ibu tuh.” “Oh iya Ayu, sebentar ya Mas lagi berbenah kamar dahulu.” “Kok fotonya di lepas Mas? Ada apa dengan hubungan kalian Mas?” “Belum jodoh Yu.” "Ehm pasti kalian sedang bertengkarkan?” Ayu hanya bengong dan tidak membalas lagi kata-kata dariku. Kemudian, aku pun meninggalkan Ayu untuk bergegas menemui bapak dan ibu. “Iya Pak, Bu ada apa?” “Kami dengar Kamu besok sudah mau tugas ya Van?” “Iya Pak, betul Alhamdulillah sudah dapat posisi di Polres Lampung Timur.” “Alhamdulillah, syukurlah kalau begitu Van, Bapak bahagia mendengarnya. Terus Kamu mau pulang pergi tiap hari?” “Irvan dapat Mes Pak, mungkin sekali-sekali Irvan akan tinggal di sana.” “Ya sudah Van, tidak apa-apa, biar Kamu tidak terlalu capek, seminggu sekali saja pulang kesini Van, begitu sih menurut Ibu.” “Iya Bu, nanti di lihat keadaannya dulu.” Kemudian aku pamit kepada bapak dan ibu, sore ini aku akan ke Lampung Timur dan melihat keadaan Mes dahulu, agar besok pun aku bisa memulai kerja dengan baik dan tepat waktu di sana. Walau sudah besar aku biasakan mencium tangan bapak dan ibu saat berpamitan. Bagiku ibu dan bapak adalah berkahku. Orang yang selalu memberikan doa, dukungan dan semangat bagiku. Setibanya di Lampung Timur, aku telah di sambut hangat oleh komandan Arifin, benar saja walau baru tiba aku sudah di berikan sebuah kamar mes, boleh di pergunakan atau tidak. Komandan tidak memaksakan untuk kami selalu ada di Mes. Tapi dalam kondisi hatiku yang tidak karuan ini aku putuskan untuk menerima kunci kamar mesku ini. Mungkin dengan suasana kerja dan kamar yang baru, aku bisa melupakan semua kenangan buruk itu kisah cinta yang berakhir pahit dengan Amelia. Aku bergegas menuju lorong kamarku, karena masih belum menikah aku di berikan kamar mes 1 kamar saja, beda halnya jika nanti telah menikah, mungkin akan di pinjamkan rumah dinas seperti yang lainnya. Tak banyak perlengkapan yang aku bawa hanya seragam, sepatu kerja dan beberapa pakaian untuk harian saja. Dan aku rasa itu sudah cukup bagiku saat ini. Aku langsung membuka kamarku, tidak terlalu luas, tapi cukuplah untuk beristirahat, aku merapikan pakaian yang aku bawa, dan memasangkan sarung bantal yang telah di bawakan oleh ibuku untuk tempat tidurnya. Ada beberapa kawan mulai menghampiri, dan mulai berkenalan denganku, ada yang bernama Eko, Handoko, Wahyu dan Faizal. Dari tampang mereka, umurnya belum terlalu jauh denganku. Dan kami mulai berbaur satu dengan yang lainnya, dan mereka tampak hangat menyambut kedatanganku. Satu bulan kemudian, Sebagai anak baru aku harus pandai menyesuaikan diri dan berbaur dengan mereka. Dan tugas pertamaku dari pak Komandan adalah menjaga kantor dan patroli secara bergiliran dengan kawan-kawan yang lainnya. Dan aku mulai terbiasa dengan tugas dan hari-hariku. Aku mulai menikmati kesendirianku, dan belum terpikir olehku untuk mencari pacar baru untuk menggantikan sosok Amel.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN