BIOSKOP

1359 Kata
BAB 4 KUBALAS HINAAN MERTUAKU DENGAN KESUKSESAN "Assalamualaikum...." ucap arin sambil berjalan masuk mengikuti langkah ryan dan bu wati memasuki rumah "Waalaikumsalam. Masuklah nak" ucap pak ali yang berjalan menyambut kami dari ruang tengah "Ini mas belanjaan ibu tadi sama jajanannya juga mas." Ucap arin sambil menyerahkan beberapa kantong plastik kepada ryan "Iya makasih rin." Ucap ryan Ryan membawa kantong-kantong plastik tersebut masuk kedalam rumahnya. Setelah itu ryan kembali ke ruang tamu untuk menemani arin berbincang-bincang. "Rin, kamu pati belum makan ya?" Tanya ryan "Eh, aku lagi gak lapar kok mas. Nanti aja aku makan dirumah mas." Jawab arin "Sudahlah, aku juga lapar nih. Sekalian temani aku makan yuk" ajak ryan sambil menaik turunkan alisnya "Yasudah ayukk mas. Tapi pamit dulu yuk mas sama orangtua kamu." Ajak arin kepada ryan "Pak, bu, aku ajak arin makan dulu ya ke depan." Pamit ryan kepada kedua orangtuanya Akhirnya arin dan ryan berangkat berboncengan menaiki motor milik ryan. Ryan mengajak arin ke warung bakso yang ada di dekat rumahnya. Lima menit kemudian mereka sampai di warung bakso tujuan. Saat masuk warung bakso tersebut, ryan langsung memesan dua porsi bakso campur dan dua es teh untuk mereka berdua. Sambil menunggu pesanan mereka datang, arin dan ryan mengeluarkan ponsel mereka masing-masing. Saat membuka ponselnya, arin melihat ada beberapa pesan dari grup mbohlank. Grup mbohlank adalah grup yang beranggotakan arin beserta teman-teman kuliahnya untuk sekdar jalan-jalan. Saat ini di grup tersebut sedang ramai dengan percakapan teman-teman arin yang berencana pergi ke bioskop untuk nonton film terbaru yang lagi rame di kalangan remaja saat ini. Ryan hanya mengernyitkan dahi saat melihat arin yang tersenyum sendiri sambil memandangi layar ponselnya. "Kamu kenapa sih rin kok senyum-senyum sendiri dari tadi?" Tanya ryan "Eh iniloh mas, si bang arno ngajakin nonton. Katanya sih mau ditraktir gtu mas."jawab arin "Acara apa nih bang arno kok mau traktir nonton?" Tanya ryan lagi "Katanya sih, habis dapat rejeki gitu aja mas" jawab arin "Siapa saja yang ikutan rin?" Tanya ryan "Ini rencananya sih, cici sama pacarnya. Terus si bang arno mau ajakin ika. Itu aja sih kayaknya mas. Gatau kalau yang lain ntar, ini belum baca juga anak-anak yang laen." Jawab arin "Aku boleh iku gak rin?" Tanya mas ryan dengan tatapan memohon "Udahlah mas, kamu tuh dirumah aja, istirahat. Mata kamu itu baru kena masalah loh ya, jangan jalan-jalan dulu deh." Jawab arin mengomel "Orang mata aku gapapa loh ini rin, nih aku buka ya. Kamu lihat, mata aku baik-baik aja nih. Tadi itu di rumah sakit cuman gara-gara mata aku kelilipan aja kok. Tapi kelilipannya gabisa aku ambil sendiri, kalau aku paksa aku ambil sendiri, nanti takutnya malah luka. Makanya aku bawa ke rumah sakit aja. Adku di rawat inap itu juga karena persyaratan rumah sakit supaya bisa klaim asuransi kesehatan dari perusahaan." Penjelasan ryan panjang lebar Saat mereka masih berbincang-bincang, pesanan mereka akhirnya datang juga. "Yasudah terserah kamu lah mas. Kamu pasti juga tau bagaimana baiknya untuk kesehatan kamu sendiri." Jawab arin "Oke. Yasudah kamu makan dulu terus kita langsung berangkat ke kosan kamu." Ucap ryan Arin menjawabnya dengan menganggukkan kepala. Akhirnya rin dan ryan melanjutkan ritual mengisi perut mereka tanpa ada pembicaraan lagi di sela-sela makan. Setelah mereka selesai makan, mereka mengistirahatkan tubuh mereka terlebih dulu dengan menyenderkan punggung mereka ke punggung kursi yan mereka duduki masing-masing di warung bakso tersebut. "Habis ini kita ke kosan kamu naik motor sendiri-sendiri ya. Setelah itu, kita ke tempat kumpul teman-teman kamu pakai motor aku aja ya." Ucap ryan "Iya mas. Tapi aku mau mandi dan ganti baju dulu ya nanti di kosanku. Kamu nanti tunggu di kursi sofa depan kamarku aja ya mas." Jawab arin "Iya. Tapi kamu yakin kalau ahmad gak ke kosan kamu nanti? Aku gak mau kamu ada masalah sama ahmad cuma gara-gara ada aku." Ucap ryan "Gak mas. Mas ahmad juga gak bakalan langsung marah kok kalau tau kamu. Lagian dia juga masih ada di surabaya kok sekarang. Dia tuh tau kalau hari libur kerja dan libur kuliah gini aku biasanya pulang. Jadi kalau mau ke kosan, pasti dia chat aku dulu." Jawab arin "Yasudah yokk, biar gak terlalu sore di perjalanan." Ajak ryan Arin mengganggukkan kepa sebagai pertanda dia setuju. Akhirnya mereka berdua bergegas menuju tempat motornya ryan terparkir dan segera berboncengan menaiki motor menuju rumah ryan. Sesampainya di rumah ryan, Arin dan Rian langsung berpamitan kepada kedua orang tua Rian. " Pak, Bu, Saya mau pamit dulu ya. Karena waktunya juga sudah sore, Saya mau pulang dulu." ucap Arin kepada kedua orang tua Ryan " Iya nak, terima kasih Sudah menemani Rian dan mengantar Rian sampai ke rumah. Kamu hati-hati di jalan ya. Kalau mengendarai motor jangan ngebut-ngebut." Ucap pak Ali kepada Arin " Iya Pak. Assalamualaikum" ucap Arin sambil meraih punggung tangan kedua orang tua Rian dan menciumnya bergantian Saat Arin sudah menaiki motor matic nya dan kedua orang tua Ryan masih berada di teras rumahnya, tiba-tiba Ryan keluar menuju orang tuanya sambil berbicara. " Pak, Bu, saya izin mau menuju ke kontrakan anak-anak terlebih dulu. Karena besok saya harus bekerja kembali dan saya akan berangkat bekerja langsung dari kontrakan anak-anak besok pagi." Ucap Ryan kepada kedua orang tuanya Karena Arin belum pergi dari depan rumah Rian Arin pun juga mendengarkan apa yang Rian ucapkan, tapi Arin hanya diam saja pura-pura tidak mendengar apa yang Rian ucapkan. " Mas aku balik dulu ya. " ucap Arin kepada Ryan Ryan pun hanya menganggukkan kepalanya. Saat Arin masih berada di perjalanan tanpa Arin ketahui Rian sudah berada di belakang motor yang arin kendarai. Tiga puluh menit kemudian Arin dan Rian sampai juga di depan tempat kost Arin. Arin turun terlebih dulu dari motornya untuk membuka pagar kosan. Setelah Ari membuka pagar kosan, Arin dan Rian pun langsung memasukkan kedua motor mereka. " Mas kamu tunggu di sini sebentar ya aku mau mandi terus ganti baju baru kita berangkat ke ke bioskop yang sudah ditentukan sama teman-teman." Ucap Arin kepada Ryan sambil membuka pintu kamar kosnya. Ryan menganggukkan kepala tanda dia paham yang dimaksudkan arin. Akhirnya rin masuk ke dalam kamar kosnya dan menutupnya kembali. Arin bergegas melakukan ritual membersihkan muka di depan kaca riasnya terlebih dulu. Setelah itu arin melepas semua pakaian yang melekat pada tubuhnya dan dia ganti mengenakan handuk kimononya. Setelah itu langsung membawa perlengkalan mandinya ke dalam kamar mandi. Arin mempercepat ritual mandinya, karena dia tidak enak kepada ryan yang menunggunya di depan kosan kalau terlalu lama. Setelah arin menyelesaikan ritual mandinya, arin segera masuk lagi ke dalam kamarnya dan segera mengenakan baju santai tapi rapi. Setelah arin mengenakan baju lengkap, arin membuka kembali pintu kamar kosnya, supaya ryan tidak merasa jenuh menunggu sendirian di depan kamar kosan arin. Setelah membuka pintu, arin berpamitan kepada ryan untuk menunggunya sebentar lagi, arena arin bersolek sedikit. Akhirnya semua ritual arin telah selesai sudah. Arin bergegas mengunci kembali kamar kos dan motor maticnya. Kemudian ryan mengeluarkan motor miliknya, sedangkan arin mengunci kembali pagar kosannya. Setelah itu mereka pergi berboncengan dengan menaiki motor milik tama untuk menuju bioskop yang sudah disepakati bersama dengan teman-temannya. Lima belas kemudian, arin dan ryan sudah sampai di depan mall tempat bioskop XXI berada. Ternyata semua teman-teman arin sudah berkumpul disana. Mereka semua memasuki gedung mall secara bersamaan dan langsung menuju ke lantai atas dimana bioskop XXI berada untuk membeli tiket dan memilih film yang mereka sepakati. Karena dari awal bang arno sudah menjanjikan akan mentraktir mereka semua, jadi bang arno yang membayar semua tiket mereka. Karena film yang akan mereka tonton akan diputar pukul 17:35, sedangkan sekarang waktu masih menunjukkan pukul 16:20. Mereka masih memiliki sedikit waktu untuk jalan-jalan memutari mall. Akhirnya waktu sudah menunjukkan tepat pukul 17:20, mereka segera bergegas kembali ke tempat bioskop. Mereka langsung masuk dan duduk di tempat duduk masing-masing. ******** Pukul 19:40 mereka telah keluar dari bioskop, akhirnya mereka memutuskan melanjutkan acara kumpul-kumpul mereka ke sebuah cafe di sebuah cafe yang tak jauh dari mall tempat mereka berada. Sepuluh menit kemudian mereka sudah sampai di cafe yang dituju, mereka langsung memarkirkan motor mereka berdampingan dan langsung masuk kedalam cafe tersebut. Mereka masuk langsung menuju ke tempat kasir dan memesan makanan mereka masing-masing lalu mereka berjalan menuju ke lantai dua cafe tersebut untuk acara kumpul-kumpul mereka.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN