“Ketika aku bukan lagi salah satu alasan kebahagiaanmu, mungkin aku akan menjadi salah satu alasan kesedihanmu.” @helmifikriluthfyana SETELAH menempuh kurang lebih dua jam perjalanan dari Jakarta ke Bali lewat jalur udara kemarin malam, pagi ini aku terbangun dengan perasaan luar biasa lega di salah satu resort di Bali. Aku berjalan ke pintu kaca pembatas kamar tidur dengan kolam renang yang berada tepat di depan ranjang kamar kami untuk menyibak gorden, meloloskan cahaya matahari masuk menyinari kamar dan membuat Gibran yang masih tertidur di ranjang menggeliat. Aku berdiri memperhatikan suamiku yang masih enggan membuka mata, mungkin kelelahan setelah menyetir helikopter kemarin. Sembari menunggu Gibran bangun, aku menyibukkan diri di dapur untuk membuat sarapan. Tempat penginapan yan

