16 |KEJUTAN ISTIMEWA

1550 Kata

“Sampai saat ini, dirimu adalah sebaik-baiknya diksi, seindah-indahnya larik yang kugabung jadi puisi. Tak kan ku sudahi, sampai dirimu sendiri yang memintaku berhenti.” @sepisapa_   “KENCAN?” Aku mengulang ajakan Gibran dengan ekspresi tidak percaya, sedangkan pria itu mengangguk sambil mengulas senyuman, “Iya kencan. Mumpung sekarang malam minggu, cocok buat pacaran.” Astaga, Gibran bicara seolah-olah kami anak remaja yang baru jadian. Tapi kalau dipikir-pikir rencana ini bagus juga, aku harus mengambil kesempatan bersenang-senang bersama Gibran sebelum nanti—mungkin tidak akan bisa lagi. “Oke. Kalau gitu aku ganti baju dulu ya,” jawabku setelah lama berpikir. “Gausah dandan, aku gamau ada laki-laki lain tertarik sama kamu waktu kita jalan-jalan nanti,” omel Gibran. Aku terkekeh, “S

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN