"Jadi dia anaknya Nadira?" Tanya Dhea setelah mendengar semua penjelasan Arsel tentang Aldrik. Arsel mengalihkan pandangannya pada Aldrik yang kini tengah sibuk dengan mainan robotnya. "Iya, aku tak sampai hati jika anak itu dibesarkan di panti asuhan. Aku mengalami hidup tanpa kasih sayang seorang ibu dan aku tidak mau anak itu mengalami hal seperti itu. Besar tanpa ibu juga ayahnya" terang Arsel. Ia menghela nafas "ketika akan menitipkan Aldrik di panti asuhan, Nadira memang bilang ia akan kembali menjemput anaknya jika urusan dengan keluarganya selesai. Tapi aku tahu, dia tidak akan melakukannya. Dia tidak akan menjemput Aldrik lagi" sambungnya masih dengan menatap Aldrik. "Karena itu kamu memilih untuk merawat anak itu?" Aldrik mengalihkan tatapannya pada Dhea, kemudian ia mengan

