Bab 75

1111 Kata

"Aku nggak marah kok, Nad. Tenang aja, khawatir, ya." Boby tersenyum seraya mengejek ke arah Nadin. "Bob, makasih, ya," ujar Nadin. Boby menatap Nadin dengan sorot mata yang tajam. "Untuk apa?" "Makasih, keluargamu sudah mau menerimaku dengan baik," ujar Nadin. "Iya, Nad. Makasih juga, sudah membuat orang yang selalu aku banggakan tersenyum lagi. Baru kali ini, aku melihat mereka tertawa selepas ini. Makasih, ya," jawab Boby. Nadin pun tersenyum lebar ke arah Boby. Jantung mereka sama-sama berdegup kencang, tiba-tiba mereka tersipu malu satu sama lain. Perasaan canggung, mendera mereka berdua. Boby dengan posisi menatap ke arah jalanan, sedangkan Nadin hanya memalingkan wajah ke jalanan samping yang ia lalui. Cukup lama mereka seperti itu, hingga tak terasa sudah sampai di depan rumah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN