Para dokter dan perawat keluar dari Ruang Tindakan dengan wajah lega. Mereka membawa kembali Defribrilatur yang tadi digunakan dokter untuk mengembalikan detak jantung Dhie. Meski butuh usaha keras dari beberapa dokter, namun akhirnya Dhie masih bisa terselamatkan. Semua masih berkumpul di rumah sakit menunggu Dhie sadar. Tak ada yang bicara. Semua terdiam dalam hening. Semua orang larut dalam pikirannya sendiri. Suasana dikamar Dhie begitu sepi mencekam. Berbeda dengan yang lain, Badra memilih menunggu diluar kamar inap Dhie, diujung lorong ruangan yang sepi. Berdiri, menatap kosong jauh ke alam antah berantah. Ada sesuatu yang salah. Jika Aji Wereng mati, harusnya Dhie selamat. Tapi ini, nyawa Dhie tetap saja dalam bahaya. Dhie kritis setelah membuat semua orang panik tadi siang. Pas

