Tatapan Aji Wereng pada Mak Lampir begitu dalam. Berbeda dengan Mak Lampir yang menatapnya penuh tanda tanya dan curiga. "Aku tau. Kau dan Ayu Sedasih adalah dua orang yang berbeda, tidak ada ikatan apapun diantara kalian. Jadi bisa ku pastikan, cintaku tulus adanya." Aji Wereng masih saja mengumbar perasaannya pada Mak Lampir. "Hentikan saja. Aku tidak tertarik sama sama sekali!"tolak Mak Lampir. "Nyai," "Sudahlah, dia sudah menolakmu."sela Badra. "Aku tidak bicara denganmu, bodoh!"sentak Aji Wereng pada Badra, kesal. "Lebih baik kau minggat saja!" "Cih! Daripada banyak omong, ayo kita tuntaskan dendammu saja sampai disini! Hiiasttt!"serang Badra. Pertempuran terjadi lagi diantara mereka. Dua lawan satu. Mak Lampir dan Badra silih berganti menyerang Aji Wereng. "Ha ha ha! Kalia

