CHAPTER #46 EMPAT PULUH ENAM “Hans! Hans, mana ya anak Mamah.” Rostina pura-pura mencari anaknya Hans. Sementara itu Hans anaknya padahal sedang tertawa-tawa melihat Rostina berkeliling diteras halam rumah Herli di Bandung. Pagi itu udara Bandung sedang sejuk meskipun sudah jam 8 pagi. Cahaya pagi yang menyeruak diantara pepohonan mahoni di jalan Aceh menambah indah suasana pagi. Nio sibuk dengan kamera fotonya mengabadikan Hans yang sedang digendong oleh neneknya. “Ros, coba kamu berdiri dekat Mamah!” Nio memberi tanda pada Rostina untuk mendekat dengan Herli. Rostina bergeser. Nio mengambil foto mereka. Sudah banyak fose yang berhasil diambil oleh Nio. Terutama foto Hans, anak mereka yang disayangnya. Tanpa

