CHAPTER #45 EMPAT PULUH LIMA Dua hari kemudian Nio mendapat kabar bahwa pelaku yang memasang bom dimobilnya juga dimobil istri bisa tertangkap sesuai dengan data-data yang diperoleh dari pelaku penculikan anaknya Nio. Nio sedikit merasa tenang, tinggal Tio yang harus sesegera mungkin ditangkap. “Selamat pagi, mas Nio.” Sapa Febby. “Selamat pagi, mbak Feb.” Balas Nio tersenyum masuk kedalam ruangan kerjanya. Febby mengikuti Nio kedalam ruangan sambil membawa berkas dokumen. “Ini yang harus ditandatangani. Yang ini undangan-undangan untuk menjadi peserta. Dan yang ini pribadi.” Ujar Febby menjelaskan satu persatu bundle berkas yang dibawanya. Nio mengambil berkas yang pribadi dan membukanya. Nio t

