CHAPTER #44 EMPAT PULUH EMPAT Sambil menggendong Hans, Nio berlari kedepan dan kakinya bergerak menendang lurus dan mengenai perut laki-laki pengemudi mobil itu. Sebelum tubuhnya jatuh ketanah kaki Nio memutar lagi, kali ini mengenai wajahnya. Pengemudi mobil itu langsung tumbang mencium jalanan gerbang kompleks. Petugas kepolisian kemudian mengeluarkan senjata pistol dinasnya dan diarahkan kepada mobil yang menjadi pengalih perhatian penculikan. Dua orang laki-laki yang ada dalam mobil keluar dengan gemetaran. “Tengkurap, semuanya!” Teriak petugas kepolisian. Setelah diborgol dan diikat sebagian dengan tali apa adanya, mereka disuruh duduk diteras kantor keamanan. Nio yang memeluk Hans duduk di

